17/04/2026
AktualKesraNasional

Giwo Rubianto: Gerakan Ibu Bangsa Siap Turunkan Angka Stunting di Indonesia

JAKARTA (Pos Sore) — Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr Ir Giwo Rubianto Wiyogo M.Pd, menyatakan keprihatinannya dengan masih tingginya angka stunting di Indonesia. Adanya pandemi Covid-19 menambahkan angka kasus. Masalah ini cukup serius.

Karena itu, stunting tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah. Presiden Joko Widodo meminta agar angka stunting di Indonesia diturunkan menjadi 14 persen pada 2024.

“Perlu keterlibatan pihak lain terutama swasta dan organisasi non pemerintah untuk ambil bagian dalam penanganan stunting. Kowani pun tergerak untuk ikut menyukseskan target tersebut,” kata Giwo saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Gerakan Ibu Bangsa untuk Percepatan Penurunan Stunting, Senin (8/11/2021).

Rapat dilakukan secara virtual dan dihadiri perwakilan organisasi perempuan di bawah federasi Kowani, Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) dan Gabunngan Organisasi Wanita (GOW).

Menurut Giwo, stunting bukan cuma berpengaruh kepada tumbuh fisik anak. Tapi juga perkembangan otak terhambat dan mengurangi kemampuan sekolah pada masa pertumbuhan. Hingga berpengaruh pada kualitas generasi penerus dan sumber daya manusia.

Karena itu, Giwo menegaskan, para Ibu Bangsa yang tergabung dalam KOWANI, BKOW dan GOW bertekad membantu upaya pemerintah dalam penurunan stunting. Para Ibu Bangsa ini pun telah merumuskan rencana Gerakan Ibu Bangsa untuk Percepatan Penurunan Stunting.

“Kami bangun Gerakan Ibu Bangsa turunkan stunting di Indonesia secara continue berkelanjutan sampai mencapai target. Bergerak bantu upaya pemerintah tingkatkan kualitas generasi penerus melalui turunkan angka stunting,” ujar Giwo yang juga Ketua Umum Pita Putih Indonesia.

Guna menyosialisasikan Gerakan Ibu Bangsa tersebut, Kowani bekerjasama dengan Pita Putih Indonesia menyusun berbagai strategi termasuk bekerjasama dengan pentahelix meliputi akademisi, para pebisnis atau wirausahawan, government atau pemerintah, para komunitas dan media massa.

Adanya keprihatinan yang sama mendorong Kowani dan Pita Putih Indonesia untuk bersama-sama mengatasi masalah menyangkut kelangsungan generasi bangsa. Keduanya berpandangan bahwa perlu gerakan Ibu bangsa untuk mempercepat penurunan stunting.

Menurut Giwo, organisasi Kowani dengan gerakan Ibu Bangsa memiliki peluang yang sangat besar untuk berperan menurunkan angka stunting. Kowani juga memiliki peluang yang terbuka lebar untuk bekerjasama dengan pemerintah.

“Ada 97 organisasi perempuan di bawah federasi Kowani, dan Insyaa Allah akan segera menjadi 100 organisasi. Ini adalah potensi yang sangat besar untuk membantu pemerintah melakukan upaya penurunan angka stunting,” kata Giwo.

Adapun strateginya adalah dengan melakukan sosialisasi dan kampanye mengenai kesehatan remaja, kesehatan calon pengantin, kesehatan ibu dan anak dalam rangka penurunan stunting. Selain itu, penyelamatan anak dari gangguan gizi, pendampingan keluarga, membangun kemandirian remaja dalam hal kesehatan reproduksi, advokasi kepada Pemda dan PemDes.

Giwo berharap dengan rapat koordinasi ini dapat ditetapkan komitmen untuk melaksanakan Gerakan Ibu Bangsa dan kegiatan-kegiatannya yang dapat dilaksanakan segera secara bertahap. Diharapkan pula akan terbangun dukungan dari berbagai pihak untuk memperluas kegiatan-kegiatan agar dapat memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap upaya penurunan angka stunting di Indonesia.

Heru Kasidi, mantan Deputi Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang hadir dalam kesempatan itu, mengatakan, Gerakan Ibu Bangsa untuk penurunan stunting ini telah melakukan pemetaan kegiatan.

“Di antaranya dengan menghimpun informasi dari organisasi yang sudah melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk penurunan stunting, menjadi informasi keseluruhan secara nasional dan sebagai data dasar kontribusi Gerakan Ibu Bangsa dalam penurunan stunting,” katanya.

Susianah Affandi, Ketua Kowani bidang Sosial dan Kesejahteraan Keluarga, menjelaskan, alur waktu atau timeline Gerakan Ibu Bangsa dalam percepatan penurunan stunting telah dimulai dengan penandatanganan MoU antara Kowani dengan Aliansi Pita Putih Indonesia pada 1 Oktober 2021, dilanjutkan dengan sosialisasi Gerakan Ibu Bangsa melalui webinar pada 1 November 2021.

Sosialisasi dilanjutkan dengan menggelar Rakornas, kemudian dilanjutkan dengan deklarasi Gerakan Ibu Bangsa, penggerakan masyarakat dan terakhir adalah Ibu Bangsa Award. (tety)

Leave a Comment