11 C
New York
04/05/2026
Aktual

Gerakan Koperasi Mampu Capai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

IMG-20151001-00601

JAKARTA (Pos Sore) — Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) Nurdin Halid, mengatakan gerakan koperasi mampu memenuhi tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDG 2030. Sustainable Development Goals ini sebagai acuan pembangunan global 15 tahun ke depan.

“Gagalnya capaian Tujuan Pembangunan Millenium kiranya menyadarkan kita semua bahwa partisipasi masyarakat dalam pembangunan global menjadi sangat penting,” tegasnya di sela Konsultasi Regional Para Pejabat Tinggi Pemerintahan dan Pemimpin Gerakan Koperasi se-Asean ++ atau ‘Regional Consultation of High Ranking Government Officials & Co-operarative leaders in ASEAN’, di Jakarta, Kamis (1/10).

Menurutnya, kegagalan MDG’s karena tidak mengadopsi gerakan koperasi yang lebih menekankan pada partisipasi anggotanya. Itu sebabnya, pihaknya menyakini gerakan koperasi dapat memenuhi 17 tujuan dan 169 target program yang bermuara pada beberapa sasaran utama.

Yaitu soal pengentasan kemiskinan, kesenjangan, kelaparan, ketidaksetaraan jender, masalah pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup.

“Koperasi merupakan kendaraan yang paling efektif dalam mengatasi persoalan global seperti kemiskinan, krisis energi dan pangan, pengangguran, ketimpangan sosial, dan kerusakan lingkungan,” tambahnya.

Karena itulah, gerakan koperasi Indonesia menyambut gembira digelarnya pertemuan konsultasi regional ini sebagai persiapan untuk konferensi para Menteri Koperasi Asia Pasifik pada April 2016.

Menurutnya, konsultasi regional ini sangat bermanfaat bagi sub kawasan Asean yang mulai memberlakukan integrasi sosial ekonomi mulai awal 2016, tahun dimulainya SDG’s.

Diharapkan dari pertemuan ini ditemukan konsep strategik atau model pengembangan koperasi secara massif dan terukur sehingga koperasi mampu memberikan kontribusi nyata dan signifikan bagi keberhasilan pencapaian SDG’s 2030.

“Dengan begitu, koperasi menjadi sistem yang mampu mengimbangi sistem yang mendominasi dunia saat ini, yaitu kapitalisme global,” tandas Nurdin yang juga Vice President International Co-operatives Alliance (ICA) Asia Pasifik.

Pertemuan Konsultasi regional selama dua hari di Hotel Grand Sahid ini dibuka oleh Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharram, yang mewakili Menkop UKM, Puspayoga. Pertemuan ini hasil kerjasama antara Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) – Kementerian Koperasi dan UKM – International Co-operatif Alliance (ICA) Asia Pasifik.

Dihadiri pula oleh Balasubramanian Iyer, Direktur Regional ICA Asia Pasific dan para pemimpinan gerakan koperasi se-Asean dan Asia Timur. (tety)

Leave a Comment