19.1 C
New York
24/04/2026
AktualEkonomi

Gerakan Kewirausahaan Nasional 2015: Agar UKM Naik Kelas

BANDUNG (Pos Sore) – Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga, mengatakan, Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) tahun ini fokus mendorong pelaku usaha yang ada agar bisa naik kelas. Dari usaha mikro menjadi kecil, dari usaha kecil menjadi menengah, dari yang menengah menjadi besar.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya bertujuan mengentaskan pengangguran. Karena itu, antara program pengentasan pengangguran dengan program menaikkan kelas wirausaha, harus dipisahkan secara jelas dan tegas,” kata menkop, saat membuka Seminar Kewirausahaan di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Kamis (5/3).

Menkop berpendapat, pertumbuhan ekonomi tidak akan berjalan baik bila ketimpangan pendapatan masyarakat kian melebar. Saat ini, angka gini rasio (ketimpangan sosial) Indonesia sudah terbilang tinggi yakni sebesar 0,41 persen. Karenanya, penting menaikkelaskan KUKM untuk menyeimbangan gini rasio. Salah satunya melalui program pelatihan. 

Bila pelaku usaha sudah naik kelas maka kesejahteraan mereka bisa meningkat, dengan demikian pertumbuhan enokomi juga akan meningkat. “Kalau kita serius saya yakin tiga tahun lagi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan bisa meningkat,” ujar Puspayoga.

Ia melanjutkan, ketimpangan pendapatan masyarakat terjadi karena pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya bertumpu di daerah-daerah tertentu dan dinikmati oleh sebagian orang, namun tidak bagi masyakarat banyak. Karena itu, koperasi dan UKM harus diberikan peran. Semua pihak diminta untuk ikut memberikan pelatihan kepada KUKM. Tujuan dari pelatihan ini supaya bisa menaikkelaskan pelaku usaha ini.

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenkop UKM Prakoso Budi Susetyo, menambahkan, penciptaan wirausaha baru masih tetap dilaksanakan, namun lebih diprioritaskan kepada upaya peningkatan kapasitas usaha agar terjadi kenaikan kelas wirausaha. Meski begitu, berbagai program bagi wirausaha pemula akan tetap dilanjutkan kendati sejumlah program baru pendampingan dan peningkatan kapasitas usaha mulai dirintis.

Sampai akhir tahun lalu, program GKN yang disinergikan pelaksanaannya dengan instansi lain berhasil mendongkrak jumlah wirausaha hingga berjumlah 1,65 persen dari total populasi masyarakat di Tanah Air.

“Kami akan mengembangkan program-program yang bisa mendorong wirausaha untuk naik kelas. Program pemberian bantuan modal akan tetap dilakukan tapi dengan menyertakan program pendampingan di dalamnya,” jelas Prakoso.

Prakoso berharap dengan perubahan orientasi GKN itu yang lebih memprioritaskan pada peningkatakan kapasitas usaha akan mendorong lebih banyak wirausaha binaannya naik kelas ke skala usaha yang lebih tinggi sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. “Pengangguran bisa berkurang dan taraf hidup masyarakat meningkat lebih sejahtera,” kata dia.

Puncak GKN sendiri bakal digelar pada 12 Maret 2015 di Gelora Bung Karno. (tety)

Leave a Comment