JAKARTA (Pos Sore) — Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan dr Lily S Sulistyowati, MM, menegaskan gaya hidup tidak sehat menjadi penyebab utamanya seseorang terkena penyakit stroke.
Dikatakan, 10 penyebab kematian utama tahun 2014 yang paling atas yaitu stroke yang angkanya mencapai 21,1%, diikuti penyakit jantung pembuluh darah 12,9%, dan diabetes 6,7%.
“Kelihatannya sih kecil tapi penduduk Indonesia kan besar,” katanya dalam temu media bertema ‘Power Your Life’ dalam rangka Hari Jantung Sedunia 2016, di kantor Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (22/9).
Menurutnya, ada tiga faktor utama yang perlu diperhatikan masyarakat yang jadi penyebab penyakit kardiovaskular, yaitu merokok, hipertensi, dan kolesterol tinggi. Bila ketiganya bisa dikendalikan maka risiko untuk penyakit jantung koroner dapat dicegah hingga 80%.
Itu sebabnya, melihat dari gaya hidup tersebut, saat ini, penyakit jantung tidak hanya dialami para usia senja, melainkan juga usia muda.
“Karena saat ini banyak orang dari usia muda sudah mulai ada yang merokok. Yang terpenting adalah cek skrining atau deteksi dini secara berkala,” katanya.
Tidak hanya itu, anak muda masa kini kebanyaknya menghabiskan waktu di depan gadget dan laptop sehingga membuat mereka malas bergerak. Kebiasaan lama di depan gadget membuat anak – anak hanya memutar otak saja, dan tidak banyak bergerak.
“Faktor lain yang mempengaruhi adalah karena kurang olahraga, setelah malas bergerak anak-anak jadi lapar dan akhirnya kolesterol datang dari makanan,” tambahnya.
Beberapa data tentang faktor risiko perilaku penyebab terjadinya penyakit tidak menular, di antaranya sebanyak 26,1% penduduk kurang aktivitas fisik (Riskesdas 2013), sekitar 36,3% penduduk usai kurang dari 15 tahun (Riskesdas 2013), dan 1,9% perempuan usia kurang dari 10 tahun merokok.
Selain itu, sebanyak 93,5% penduduk kurang dari 10 tahun kurang konsumsi buah dan sayur (riskesdas 2013), dan sekitar 4,6% penduduk kurang dari 10 tahun minum – minuman beralkohol (riskesdas 2007)
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Dr dr Ismoyo Sunu, SpJP(K), FIHA, FasCC, menambahkan, faktor-faktor untuk serangan jantung itu sebenarnya ada banyak. Hanya paling utama yaitu merokok, hipertensi, dan kolesterol tinggi.
Penyakit kardiovaskuler adalah penyakit yang disebabkan gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah. Ada banyak macam penyakit kardiovaskular, tetapi yang paling umum dan paling terkenal adalah penyakit jantung dan stroke.
Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan salah satu masalah kesehatan utama di negara maju maupun berkembang. Penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi penyebab nomor satu kematian di dunia setiap tahunnya.
Data World Health Organization (WHO) tahun 2012 menunjukkan 17,5 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit kardiovaskuler atau 31 % dari 56,5 juta kematian di seluruh dunia.
Lebih dari 3/4 kematian akibat penyakit kardiovaskuler berada di negara berkembang yang berpenghasilan rendah sampai sedang. Dari seluruh kematian akibat penyakit kardiovaskuler, 7,4 juta disebabkan oleh Penyakit Jantung Koroner, dan 6,7 juta disebabkan oleh stroke. (tety)
