JAKARTA (Pos Sore)—Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM),Kementerian Perindustrian, Gatih Wibawaningsih mengungkapkan arena pameran yang di Kementerian Perindustrian bukan untuk pedagang akan tetapi diprioritaskan untuk pelaku industri untuk mempromosikan produk mereka.
”Makanya, kita akan akan cek ke lapangan, apakah yang menggunakan lokasi pameran ini dari kalangan industri atau pedagang. Yang jelas kalau hanya pedagang tidak boleh.”
Menurut Gatih, hal ini penting agar upaya Kemenperin memperbesar pelaung dan kesempatan bagi IKM menggelar dan mempromosikan produk mereka akan semakin luas. Sementara untuk bantuan kredit pihaknya akan tetap menuntaskan melalui solusi KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengan suku bunga rendah sekitar 7 persen.
Selain itu, katanya, pihaknya juga memberikan bantuan potongan harga dalam pembelian permesinan sebesar 10 persen sesuai skema yang sudah ada.
“Pembelian mesin sesuai sekma yang sudah ada bisa diajukan IKM dengan membuat kelompok dengan hanya rekomendasi surat dari dinas.”ungkap Gatih saat membuka Pameran Shoes & Leather Goods Vaganza 2016,di Plaza Kementerian Perindustrian, Selasa (20/12).
Sementara untuk memperluas pemasaran produk IKM,kata Gatih,pihaknya akan membuat suatu database untuk membangun sekaligus mendukung e-smart IKM ini. Dengan begitu, akan lebih jelas lagi dan fokus mana yang mau dibangun. “Saya menyasarnya pada industri menengah dulu. Prioritas untuk 2017 adalah industri menengah untuk 9 komoditi.”
Menurut Gatih, salah satu diantaranya, fashion, di mana sepatu ada di dalamnya. “Jadi kita akan maksimumkan, efektifkan fasilitasi yang namanya restrukturisasi. Kalau restrukturisasi sendiri sudah jalan okelah. Tapi mohon maaf, tahun depan anggaran potongannya akan kita turunkan. Itu 2018.”
Sementara nntuk pemasaran, katanya, akan lebih ditingkatkan lagi melalui digital ekonomi. Sedangkan untuk bantuan alat, nantinya disesuaikan dengan restrukturisasi.
Yang jelas, katanya, untuk KUR jika sudah ada databasenya, akan dibawa ke perbankan agar mereka punya daftar perusahaan apa saja yang sudah laik dikasih KUR. Karena, setiap kegiatan sekarang disiapkan melalui pelatihan-pelatihan atau bimbingan teknik.
“Kita menggandeng perbankan yg menyalurkan KUR. Untuk mereka sosialisasikan masalah KUR ini.Jadi semua orang mengetahuinya.”
Terkait soal potongan harga untuk bantuan permesinan, kata Gatih, untuk industri kecil yang dulunya potongan harganya sebesar 45 persen, akan dikembalikan menjadi 35 persen sampai 25 persen.Jika industri kecil sekarang mendapatkan potongan kecil 45, menengah 35. Sedangkan kalau buatan dalam negeri dan impor antara 35 persen dan , 25 persen .
Di tahun depan,katanya, semua potongan harga itu akan diturunin menjadi 10 persen. “Nah kalau tahun depan itu harus ada faktur pajaknya juga. Bukan hanya kwitansi.”
Menurut Gatih, IKM yang berpeluang mendpatkan bantuan untuk rekstrukturisasi mesin dimaksud cukup banyak akan tetapi tergantung bantuan dari direktorat. Namun, rata-rata nilainya sekitar Rp1 Miliar.Kenapa harus tetep membayar? Agar punya rasa memiliki.”
Sementara jumlah perusahaan yg dianggarkan,kata Gatih, 2018 akan ditambah lebih banyak dibanding 2017 sesuai verifikasi pada 2016.”Kita belum belum semua verifikasi, teapi kalau kimia, sandang, aneka dan kerajinan itu sekitar 20 perusahaan.Logam itu sedikit.Kurang dari 100 perusahaan.Jadi saya kurangi supaya lebih banyak lagi yang menikmati potongan harga dari program restrukturisasi mesin ini.” (fitri) .
