JAKARTA (Pos Sore) — Pandemi Covid-19 masih saja menghantam sendi-sendi pertahanan kesehatan dan perekonomian di negeri ini. Entah sudah berapa banyak manusia yang dijemput ajal akibat diserang virus Corona. Entah sudah berapa banyak tenaga medis yang berguguran di medan perjuangan melawan “penjajah” Covid-19. Menghitungnya, bisa membuat airmata berurai kesedihan.
Yang terdampak pun banyak. Sudah tidak terhitung berapa banyak pegawai yang kehilangan pekerjaan, berapa banyak yang tidak memiliki penghasilan, berapa banyak yang tidak mempunyai stok makanan, berapa banyak juga yang kelaparan? Terlebih sejak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 diterapkan, sejak itu kondisi perekonomian nasional makin terpuruk.
“Efek dari pandemi Covid-19 sangat dirasa berat bagi seluruh warga masyarakat Indonesia, terutama warga miskin, pekerja sektor informal. Mereka yang menggantungkan penghasilannya berjualan mau tidak mau tidak mempunyai sumber pemasukan. Akses mobilitasi juga serba terbatas,” tutur Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr Giwo Rubianto Wiyogo, di Jakarta.
Melihat kondisi yang menyedihkan ini, Kowani, lanjut Giwo, terpanggil untuk melakukan upaya, sebagai sumbangsihnya pada Ibu Pertiwi. Dengan menghimpun kekuatan dari seluruh organisasi anggota Kowani, organisasi federasi yang membawahi 98 organisasi perempuan di Indonesia tersebut terus bergerak menggalang dana dan menyalurkan ke masyarakat.
“Kami mendapatkan dukungan dari berbagai pihak seperti Kementerian Sosial, Yayasan BUMN peduli dan lainnya. Dari Yayasan BUMN misalnya, Kowani mendapatkan support dana senilai Rp500 juta. Dana tersebut selanjutnya disalurkan ke warga terdampak Covid-19 di berbagai wilayah di Indonesia mulai dari Aceh hingga NTB,” sebut Giwo.

“Kami menggerakan organisasi federasi Kowani untuk menyambangi warga hingga akar rumput, terutama mereka yang selama ini tidak tersentuh program bantuan apapun. Kowani hadir merangkul mereka,” tambah Giwo.
Diakui Giwo, kaum veteran yang memiliki jasa sedemikan besar bagi kemerdekaan negeri ini, menjadi salah satu komponen masyarakat yang mendapat bantuan dari Kowani. Mereka adalah kelompok masyarakat yang terdampak parah dari kasus pandemi Covid-19.
Selain kaum veteran, ada juga majelis taklim, panti asuhan, kaum disabilitas, pekerja media dan lainnya. Dalam penyaluran bantuan tersebut, Kowani menyalurkan semua donasi yang ada dengan mekanisme yang jelas, transparan, data berdasarkan KTP, by name by address. Kowani juga melakukan penggalangan dana melalui kanal kitabisa.com.
Hana, warga Gabus, Tambun Utara, Bekasi adalah satu dari sekian ribu warga yang mendapat bantuan dari Kowani. Ia mengaku senang karena selama ini belum sekalipun mendapatkan bantuan apa-apa dari pemerintah. “Alhamdulillah, akhirnya saya dapat bantuan. Lumayan bisa untuk menyambung hidup,” katanya senang.
Senada juga dikemukakan Rizal Amir, tukang urut. Ia yang mengaku wabah Covid-9 membuat penghasilannya anjlok. Sementara mulut yang harus diberi makan cukup banyak. “Anak saya empat, sejak ada corona, saya nggak punya penghasilan. Sementara menunggu bantuan pemerintah belum pernah dapat. Alhamdulillah akhirnya Kowani membantu saya,” tutupnya. (tety)
