JAKARTA (Pos Sore) — FoodCycle Indonesia — organisasi sosial yang berdiri pada November 2017, menggelar acara “Semangat Pagi Indonesia: Sarapan Bergizi Bagi Anak Bangsa”. Melalui acara ini FoodCycle Indonesia mengajak masyarakat dan perusahaan membantu anak-anak keluarga pra-sejahtera mendapatkan asupan nutrisi yang layak.
Astrid Paramita, Co-Founder FoodCycle Indonesia, menjelaskan, di masa pandemi, banyak keluarga yang terdampak secara ekonomi. Akibatnya, penghasilan
makin berkurang dan anak-anak harus dihadapkan pada risiko kelaparan serta
kekurangan nutrisi.
“Pandemi Covid-19 telah memberikan kita pelajaran untuk bisa menghargai hal kecil yang selama ini kurang disyukuri keberadaannya, seperti makanan,” papar Astrid.
Sadar atau tidak, seringkali kita tidak menghabiskan makanan dengan alasan kenyang atau mengambil porsi terlalu banyak. Padahal, di sekitar masih banyak saudara kita yang kurang beruntung dan harus bekerja lebih keras untuk mengisi perut mereka.
“Terlebih di masa pandemi ini, anak-anak kurang mampu di Indonesia selain terancam risiko penyakit masih harus berhadapan dengan masalah kelaparan,” kata Astrid
Ia mengungkapkan, jumlah anak kekurangan gizi di Indonesia meningkat akibat banyak keluarga yang kehilangan pendapatan selama pandemik Covid-19, sehingga mereka tidak mampu membeli makanan sehat dan bergizi.
Menurut laporan Oxfam, kelaparan saat pandemi Covid-19 diperkirakan mencapai 12 ribu per hari di akhir tahun 2020. Dalam laporan yang dirilisnya, Oxfam menyebut potensi kematian akibat kelaparan bisa merenggut lebih banyak nyawa dari infeksi virus Corona itu sendiri.
“Sementara itu, laporan UNICEF menyatakan sebelum terjadi pandemi, ada sekitar 2 juta anak Indonesia menderita gizi buruk. Lebih dari 7 juta anak di bawah usia 5 tahun juga mengalami stunting di Indonesia. Bayangkan bagaimana kondisinya setelah pandemi,” tuturnya.

Melihat kondisi itu sekaligus dalam rangka Hari Pangan Sedunia (WFD 2020), FoodCycle Indonesia mengajak masyarakat membantu anak-anak keluarga pra-sejahtera mendapat asupan nutrisi layak untuk membagikan 15.000 paket sarapan. Setiap paket sarapan berisi satu roti, dua susu UHT, dan satu buah untuk setiap anak.
Selain itu, FoodCycle juga terus berusaha menggalang dana dan pangan agar lebih banyak lagi konten paket sarapan yang bisa dibagikan.
Head of Product Management & Marketing PT SSN, Luthfiany Azwawie, mengatakan,
Sunpride, merek buah segar unggulan PT Sewu Segar Nusantara (SSN), memiliki
kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak-anak Indonesia, terutama saat pandemi
Covid-19.
“Memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik sangat diperlukan untuk terhindar dari berbagai penyakit. Buah sebagai salah satu sumber vitamin dan mineral alami dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh,” katanya.
Karena itu, pihaknya mendukung acara “Semangat Pagi Indonesia: Sarapan Bergizi Bagi Anak Bangsa” dengan memberikan 1,95 ton buah yang akan ditambahkan dalam paket untuk anak-anak.
Dukungan serupa ini juga telah dilakukan sejak Maret 2020 dan ke depannya juga akan mengadakan kampanye #SunprideBuatKebaikan mulai 22 Oktober 2020 yang secara keseluruhan bertujuan membantu menyediakan buah untuk mereka yang terdampak Covid-19.
Dalam rangkaian perayaan Hari Pangan Sedunia, FoodCycle Indonesia juga
mengadakan Webinar bertema “How Food Banks Reduce Food Waste, Fight Hunger
and Save Cost” pada Jumat 9 Oktober 2020 pukul 19.00 – selesai.
Di Webinar ini, peserta belajar tentang kondisi ketahanan pangan selama pandemi, pemahaman konsep Food Bank dan dampak positif kehadiran Food Bank di tengah masyarakat.
Hadir dalam webinar ini Prof. Dr. Ir. Purwiyanto Hariyadi – Vice Chairperson of CODEX Alimentarius Commission, Douglas L. O’Brien – Vice President of Global FoodBanking Network, Astrid Paramita – Co-Founder of FoodCycle Indonesia, dan Suryadi Nagawiguna – Advisor of FoodCycle Indonesia. (tety)
