JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian Nasional 2015. Agenda tahunan ini mengambil tema ‘Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pertanian untuk Pencapaian Swasembada Pangan, Daya Saing Pertanian dan Kesejahteraan Petani’.
“Musrenbangtan tahun ini fokus pada swasembada padi, jagung dan kedelai, sesuai program Nawacita Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia harus bisa menjadi negara swasembada pangan,” kata Amran, usai membuka musrenbangtan yang menjadi forum koordinasi perencanaan pembangunan pertanian, di Jakarta, Rabu (3/5).
Menurutnya, musyawarah pertanian ini sangat penting dan strategis, mengingat 2015 merupakan awal dari pelaksanaan RPJMN 2015-2019, sekaligus meletakkan kerangka dasar program dan dukungan terhadap Nawacita Bidang Kedaulatan Pangan hingga 2019.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada Musrenbangtan Nasional tahun ini turut diundang 125 Kabupaten/Kota untuk bersama-sama membahas langkah percepatan upaya khusus (upsus) swasembada padi, jagung, dan kedelai 2015. Termasuk perluasan tanam serta merancang program kegiatan pembangunan pertanian 2016 secara tepat sasaran.
Pada musim tanam (MT) Oktober 2014-Maret 2015, misalnya, telah terjadi peningkatan luas tanam padi dibanding MT yang sama 2013-2014. Pada MT tersebut juga tercatat terjadi peningkatan penyaluran pupuk sebesar 265 ribu ton yang mengindikasikan memang terjadi peningkatan luas tambah tanam.
“Berdasarkan kunjungan kerja saya selama enam bulan terakhir ke 26 provinsi dan lebih dari 100 kabupaten, berbagai permasalahan mendasar upaya percepatan peningkatan produksi dan swasembada padi, jagung, dan kedelai masih menjadi kendala yang dihadapi para petani kita,” ungkapnya.
Mentan mengungkapkan, permasalahan utama swasembada padi, jagung, dan kedelai mencakup irigasi, pupuk, benih, alat mesin pertanian (alsintan), dan penyuluhan, yang saat ini sebagian permasalahan tersebut dapat diatasi bersama dengan pelaksanaan UPSUS secara massal.
Menurutnya, hingga saat ini, upaya perbaikan jaringan irigasi tersier telah mencapai luasan 833 ribu hektare. Perbaikan jaringan irigasi tersebut diharapkan berdampak pada peningkatan IP pertanian padi.
“Perbaikan jaringan irigasi 2015 seluas 2,6 juta hektare melalui dukungan APBN-P 2015 dan seluas 700 ribu hektare melalui dukungan DAK, tidak seluruhnya akan berdampak pada tahun ini namun sebagian akan berdampak pada peningkatan produksi 2016,” tandasnya. (tety)

