Sebelumnya, saat menggelar special screening film Suka Duka Tawa pada 28 Desember 2025 di 15 kota di Indonesia, dan tiket juga terjual habis (sold out) di banyak kota tersebut. Menandakan antusiasme dan sambutan tinggi dari para penonton Indonesia.
Dengan OST. Masa Sepi dari Bernadya dan Timur dari The Adams, semakin menambah lapisan emosi final trailer ini. Mengungkap perasaan-perasaan terdalam antara relasi orangtua dan anak, dan sebaliknya.
“Lewat film Suka Duka Tawa aku ingin ceritanya sampai ke hati penontonnya. Dengan menceritakan luka secara jujur, aku berharap secara emosi dan komedinya bisa tersampaikan dengan tulus dan memberikan refleksi,” kata sutradara Aco Tenriyagelli.
Ia pun berharap penonton bisa mendapatkan pengalaman tertawa sambil menangis secara bersamaan. Lewat karakter Tawa, penonton diajak untuk mencoba memahami orang-orang di sekitar.
“Semoga film ini bisa menebarkan cinta dan memberikan harapan-harapan baru di awal tahun 2026,” katanya.
“Karakter Tawa itu kan anak Stand Up Comedy, yang Bapaknya merupakan pelawak TV. Secara darah komedinya memang sudah menurun dari sang Bapak,” kata Amanda berkisah tentang karakternya.
Namun, Tawa juga punya isu dirinya tidak dekat dengan sang Bapak, ditinggal dari kecil dan
merasa tidak pernah dinafkahi.
Tapi saat Tawa bertemu dengan Bapaknya ketika dia sudah dewasa, dia mencoba memahami apa yang menjadi struggle Bapaknya dalam upaya meraih mimpinya namun harus meninggalkan anaknya.
