POSSORE.ID, Jakarta – Uwais Pictures merilis film terbarunya berjudul Ikatan Darah. Film yang sarat adegan laga. Dari awal hingga film berakhir, penonton disuguhi dengan “tendangan-tendangan” dan “pukulan-pukulan”.
Film berdurasi dua jam ini disutradarai oleh Sidharta Tata. Sutradara yang sukses menggarap film “Pertaruhan”. Film laga juga.
Iko Uwais sang pemilik rumah produksi menjadi produser eksekutifnya. Mengingat Iko seorang pesilat sejati, maka tidak heran di film terbarunya ini banyak gerakan pencat silat.
“Bagi saya, film ini bukan sekadar suguhan aksi, melainkan upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada khalayak yang lebih luas,” ucap suami dari penyanyi Audi, ini usai press screening, Rabu 22 April 2026, Epicentrum XXI, Jakarta.
Sejak awal, film ini memang dirancang untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda dari film aksi kebanyakan.
Tidak hanya menampilkan adegan pertarungan, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, khususnya pencak silat.
Iko mengungkapkan bahwa pencak silat menyimpan kearagaman yang luar biasa. Setiap perguruan silat memiliki karakter dan filosofi gerak yang berbeda.
“Bahkan dalam satu daerah bisa tumbuh ratusan aliran. Keunikan inilah yang menjadi kekuatan utama silat dibandingkan bela diri lain,” kata sutradara film “Timur” ini.
Film Ikatan Darah tidak hanya menonjolkan aksi, tetapi juga mengangkat tema kuat tentang keluarga dan konflik emosional.
Cerita berpusat pada Mega (Livi Ciananta), mantan atlet pencak silat yang harus meninggalkan kariernya akibat cedera. Ia menjalani kehidupan sederhana.
Hingga suatu hari kakaknya, Bilal (Derbi Romero) terseret utang besar dan terlibat dalam kasus pembunuhan yang membuatnya diburu kelompok kriminal.
Pelarian keduanya membawa Mega dan Bilal ke satu kampung terpencil yang ternyata telah dikepung. Seluruh akses keluar ditutup rapat oleh anak buah seorang bos gangster misterius bernama Primbon, sosok yang dikenal licik dan tak kenal ampun.
