14.9 C
New York
25/04/2026
Kesra

FIKOM UBJ Gelar Literasi Media Bagi Remaja Karang Taruna Teluk Pucung

BEKASI (Pos Sore) — Banyak informasi tidak benar dan hoax bertebaran saat ini seiring semakin mudahnya akses berkomunikasi. Karenanya, perlu filter penyaring untuk mengimbanginya.

Filter yang dimaksud yaitu selain pendekatan religi, literasi media berupa pengayaan informasi atau perbendaharaan referensi juga menjadi langkah yang sangat mendesak.

“Liberalisasi dan kemudahan akses menjadi konsekuensi di era digitalisasi media. Literasi media bagi remaja dan anak-anak sangat perlu agar bisa memilah informasi secara cerdas,” kata dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Metha Madona.

Mantan wartawati ini mengemukakan hal itu saat melakukan kegiatan pengabdian masyarakat (Abdinas) UBJ bertajuk Literasi Media: Mengkomsumsi dan Memanfaatkan Media Secara Kritis dan Selektif Bagi Remaja Karang Taruna Kelurahan Teluk Pucung, Bekasi Utara, Jawa Barat, belum ini.

Dikatakan, kegiatan Abdimas ini dimaksudkan untuk mengedukasi para remaja karang taruna agar dapat memilah informasi dan selektif menentukan media online dan media sosial. Belum lagi derasnya limpahan berita hoaks atau berita bohong.

Menurutnya, persoalan berita hoaks atau juga manipulasi fakta bukan cuma terjadi di media sosial. Masalah ini juga menggejala di media online. Kecenderungannya media online kian mengabaikan akurasi berita, konfirmasi dan klarifikasi serta tak bertanggungjawab.

“Namun tidak cuma literasi media, Fikom UBJ juga mengevaluasi soal etika dan hukum dalam pergaulan dunia maya serta pemanfaatan media digital untuk menyalurkan hobi dan kreatifitas seperti membuat film pendek,” katanya.

Pada sesi berikutnya diisi mengenai edukasi soal etika dan hukum di pergaulan. Dosen Fikom UBJ Aryadillah menjelaskan, perlunya regulasi atau minimal bimbingan dari orangtua bagi
pengguna media sosial yang belum cukup matang (di bawah 13 tahun). Bahkan menurutnya, kelompok ini dianggap belum pantas memiliki account di media sosial.

Dikatakan Aryadillah pada saat ini tengah marak remaja yang terjerat hukum. Hal ini lebih dikarenakan belum pahamnya regulasi dan etika dalam ber media sosial. Untuk itu, dirinya mengingatkan kepada remaja Teluk Pucung lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

Pada hari kedua, diisi oleh dosen Fikom UBJ Fikri Reza yang menyampaikan bagaimana menggunakan media sosial ke arah yang lebih positip. Di antaranya mengadakan pelatihan singkat pembuatan film pendek dengan memanfaatkan sejumlah aplikasi di internet maupun fasilitas di smarthphone atau android.

Tujuannya mengajak remaja jadi lebih kreatif, inovatif dan eksploratifnya menggunakan media digital daripada sebatas pasang status atau coment tidak bermanfaat.

Kegiatan ini disambut baik oleh pihak Kelurahan Teluk Pucung dalam hal ini diwakili oleh Ihat Siti Hodijad selaku Kasi Kesejahteraan Sosial. “Kami berterima kasih atas diselenggarakannya kegiatan ini. Kami berharap kepada para remaja Teluk Pucung setelah mengikuti latihan akan lebih bijaksana lagi dalam memanfaatkan media digital,” tegasnya. (tety)

Leave a Comment