
JAKARTA (Pos Sore) — Festival Panen Raya Nusantara (Parara) 2019 kembali digelar pada 6-8 Desember 2019 di Atrium Plaza Semanggi Jakarta. Festival yang melibatkan sekitar 29 anggota konsorsium dan mitra pendukung serta produsen-produsen pangan lokal dari Sumatera hingga Papua, ini diharapkan dapat membuka akses pasar bagi hasil UMKM Indonesia.
Agenda dua tahunan ini pertama kali diadakan pada 2015 yang digagas Konsorsium PARARA. Bertujuan mempromosikan dan menampilkan produk-produk kewirausahaan dari berbagai komunitas dan masyarakat adat.
Yaitu, produk-produk hasil upaya komunitas untuk mendukung kehidupan dan meningkatkan kesejahteraannya dengan memperhatikan keseimbangan antara alam dan manusia, dan berasal dari tradisi kearifan dan budaya komunitas tersebut.
“Dalam Festival Parara, pihaknya akan mendisplay produk-produk UMKM yang berkualitas dan halal. “Kita akan dorong juga pemasarannya dan membuka akses pasar bagi para pelaku UMKM, tentu dengan produk yang halal dan berkualitas dan sudah terakurasi,” kata Ketua Konsorsium Parara Jusupta Tarigan, di Jakarta, Jumat (29/11/2019).
Menurutnya, secara kualltas produk lokal memiliki nilai dan potensi pasar yang mendunia. Salah satunya kain tenun. Tenun tidak hanya menjadi warisan budaya, namun juga potensl wirausaha yang memiliki pasar dalam negeri dan luar negeri. Karena itu, dlbutuhkan perhatian untuk menjaga dan melestarikan produk-produk lokal Indonesia, sekaligus komunitas produsen dan kearifan lokalnya.
Selain pameran produk kreatlf, PARARA 2019 juga menghadirkan sesi talkshow, coaching clinic dan jamuan PARARA yang akan mengangkat topik-topik menarik seputar pangan dan kesehatan, industrl kreatif berbasis non kayu dan workshop craft.
“Mendorong konsumsi pangan lokal nusantara adalah salah satu pesan kunci yang ingin disampaikan melalui Festival Parara 2019 tersebut,” katanya. Secara umum, kampanye pangan lokal, sehat, adil, dan lestari untuk berkontribusi pada kesejahteraan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di Indonesia dengan mendorong konsumsi dan produksi pangan yang berkelanjutan oleh produsen dan pengusaha mikro, kecil, dan menengah.
Melalui acara festival tersebut, Jusupta berharap, masyarakat dapat terdorong untuk mulai meningkatkan pemanfaatan produk pangan lokal sebagai sumber makanan bernutrisi dan dapat dinikmati oleh semua kalangan.
Sama seperti festival Parara sebelumnya, festival mengambil lokasi di daerah perkotaan karena menyasar masyarakat perkotaan khususnya milenial yang suka mencicip produk dan makanan unik. Bedanya, festival tahun 2019 diadakan di dalam ruangan (indoor). (tety)
