20.3 C
New York
20/07/2024
Aktual

FCTC Bukan Untuk Kurangi Jumlah Perokok

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, membantah aksesi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC) yang dicanangkan WHO untuk mengurangi jumlah perokok di Indonesia. Berdasarkan pengalaman Thailand yang sudah mengakses FCTC, prevalensi perokok di negara tersebut memang turun, namun jumlah perokok relatif sama.

“Jadi jumlah perokok tidak akan berkurang karena jumlah penduduk yang juga semakin bertambah. Juga karena rokok itu kan sifatnya adiktif. Jadi Industri rokok tidak akan rugi kok,” tandas menkes, usai Rakor Kesra tentang aksesi FCTC di Kemenkokesra, Selasa (1/4).

Menkes menandaskan, banyak manfaat yang dihasilkan oleh FCTC. Berdasarkan laporan dari perwakilan Thailand, negara mereka mendapat pemasukan yang lebih besar dari cukai rokok. Tak hanya itu, masalah kesehatan yang muncul akibat bahaya asap rokok terhadap anak dan wanita berkurang drastis.

“Salah satu manfaat FCTC bagi Thailand adalah dengan diberlakukannya kawasan dilarang merokok di seluruh wilayah Thailand, jumlah masalah kesehatan pada anak dan wanita akibat terpapar asap rokok jauh berkurang, sehingga perokok pasif semakin sedikit,” ungkapnya.

Mereka juga berani menaikkan cukai rokok hingga 77 persen dari harga rokok sehingga pendapatan negara bertambah. Keberanian itu didasari oleh tidak berkurangnya jumlah perokok di negara tersebut.

Karenanya, menkes berharap Indonesia segera meratifikasi akses FCTC. “Saya tidak merasa gagal karena target belum tercapai. Tapi saya berusaha agar secepatnya Indonesia meratifikasi,” tandasnya. (tety)

Leave a Comment