16.1 C
New York
24/04/2026
Aktual

Fahri: Di Negeri Maju, Kegaduhan Parlemen Setiap Hari

Parlemen haruslah  kritis pada pemerintah. Dan kegaduhan terjadi setiap sidang

Possore.com – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan DPR tinggal selangkah merampungkan kerja konseptual dalam cara memperkuat parlemen sebagai pilar demokrasi di Indonesia.

Saat pertemuan dengan partai berkuasa Perancis, En Marche (LREM) yang merupakan partainya Presiden Emmanuel Macron, Fahri menyinggung soal gaduhnya sidang parlemen yang sempat dihadiri delegasi Indonesia pada Selasa (11/12) pagi waktu Paris.

“Parlemen harus kritis pada pemerintah. Dan kegaduhan (seperti yang kita lihat tadi) terjadi setiap sidang,” kata Raphael Gerard mewakili LREM menanggapi Fahri.

Untuk mempelajari penguatan kelembagaan, DPR mengadakan pertemuan dengan Christophe Pallez, Sekretaris Jenderal Questure Majelis Nasional. Questure adalah direktorat yang mengurus masalah administrasi di Parlemen Perancis.

Muhibah DPR ke Parlemen Perancis dilakukan di tengah memanasnya kondisi dalam negeri itu, menyusul aksi empat pekan tanpa henti kelompok “Rompi Kuning”. Mereka protes kebijakan ekonomi Presiden Macron terutama terkait pajak bahan bakar yang dinilai memberatkan kelas pekerja.

Dalam kurun 4 tahun, DPR RI telah memperkuat aspek keterbukaan dan akuntabilitas yang menjadi salah satu syarat lembaga parlemen modern. “Sisa masa jabatan yang tak sampai setahun ini kami menyelesaikan dokumen dasar untuk kelembagaan DPR yang modern ke depan,” kata Fahri Hamzah yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Implementasi Reformasi DPR.

Dalam rangkaian pertemuan dengan pihak Perancis, DPR juga mengadakan pertemuan dengan Lembaga Antikorupsi Perancis, Agence Française Anticorruption (AFA) di Paris, Senin (10/12). Delegasi DPR RI terdiri dari Sodiq Mujahid (FGERINDRA), Ahmad Riski Sadig (FPAN), Mafirion (FPKB), Jazuli Juwaini (FPKS), Arsul Sani (FPPP), Muchtar Luthfi (FNASDEM), Lalu Gede Mujahidin (FHANURA), serta Badan Keahlian DPR dan Tenaga Ahli.(rel/lya)

 

Leave a Comment