13.7 C
New York
24/04/2026
AktualEkonomi

Empat Menteri Minum Jamu Bersama 10 Ribu Pelajar Sukoharjo

SUKOHARJO (Pos Sore) — Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, serta Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly bersama 10 ribu pelajar Sukoharjo minum jamu bersama, di alun-alun Setya Negara, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Ada beragam jamu yang diminum seperti cabe puyang, beras kencur, daun pepaya, kunir dan asem. Aksi minum jamu bersama yang didampingi Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, ini menandai dideklarasikannya kabupaten Sukoharjo sebagai kabupaten jamu.

“Minum jamu bersama yang baru saja dilaksanakan ini bagian dari upaya kita untuk menggelorakan kembali kepada masyarakat agar tetap mencintai jamu yang merupakan warisan budaya bangsa, yang perlu kita kembangkan manfaatnya secara lebih luas dan mengikuti perkembangan jaman,” kata Puan Maharani, di Sukoharjo, Rabu (1/4).

Selama ini, katanya, masyarakat tetap mengkonsumsi jamu karena percaya jamu memberikan manfaat yang cukup besar terhadap kesehatan. Baik untuk pencegahan dan pengobatan suatu penyakit, maupun menjaga kebugaran, kecantikan dan meningkatkan stamina tubuh.

“Sejarah tentang jamu kita sangat panjang. Pada relief Candi Borobudur terdapat lukisan tentang ramuan obat tradisional jamu. Relief-relief pada Candi Prambanan, Candi Penataran di Blitar, dan Candi Tegalwangi di Kediri menerangkan penggunaan jamu pada zaman dahulu. Juga beberapa kitab kuno berisi tata cara pengobatan dan jenis-jenis obat tradisional,” paparnya di hadapan para pelajar.

Seribu tahun yang lalu, perumusan obat dan ekstraksi dari tanaman telah ditulis pada daun kelapa atau lontar, misalnya pada Lontar Usada di Bali, dan Lontar Pabbura di Sulawesi Selatan.

Pada masa kerajaan-kerajaan di Indonesia, pengetahuan mengenai formulasi obat dari bahan alami juga telah dibukukan. Misalnya kitab ‘Bab Kawruh Jampi Jawi’ oleh keraton Surakarta yang dipublikasikan pada 1858 yang di dalamnya terdapat 1734 formulasi herbal.

“Karenanya, jamu adalah warisan budaya nasional yang wajib dilestarikan dan dikembangkan untuk peningkatan kesehatan masyarakat serta peningkatan pendapatan masyarakat produsennya yang umumnya adalah pengusaha kecil,” katanya.

Sebagai bagian dari dukungan dan proteksi dari Pemerintah dalam produksi jamu tradisional, lanjut Puan, Sukoharjo ditetapkan sebagai kabupaten ‎jamu, karena merupakan produsen jamu terbesar di Jawa Tengah.

“‎Saya juga sudah meminta kepada Menkumham, produk jamu yang sudah memenuhi standar nasional dan internasioal agar segera dipatenkan sebagai warisan dunia. Ini bagian dari kepedulian kepada potensi daerah yang sangat menonjol ini,” tegas Puan.

Pemerintah, lanjutnya, tetap berkomitmen untuk menjaga kekayaan dan warisan budaya Indonesia serta membangkitkan minum jamu sebagai warisan budaya bangsa Indonesia. Puan pun mengimbau pada gubernur dan bupati agar selalu menyediakan menu minuman jamu di kantornya masing-masing agar semua kalangan bisa mendukung keberlangsungan Sukoharjo menjadi Kabupaten Jamu.

“Saya minta semua kalangan mendukung keberlangsungan Sukoharjo menjadi kabupaten jamu. Agar perekonomian mereka terangkat. Ini juga sekaligus untuk turut menjaga warisan budaya Indonesia,” ujarnya. (tety)

Leave a Comment