JAKARTA (Pos Sore) — Yogurt, produk olahan susu yang sedang tren di masyarakat perkotaan. Masyarakat sudah mulai merasakan berbagai manfaat dari mengonsumsi yogurt. Yogurt, salah satu sumber makanan terbaik dengan berbagai manfaat.
Sebut saja di antaranya yang dapat menyehatkan pencernaan, membantu menurunkan berta badan, mencegah tekanan darah tinggi, mencegah jantung koroner, menurunkan kolesterol, dan sumber kalsium yang dapat mencegah tulang menjadi keropos.
Dokter pemerhati gaya hidup, Dr, Grace Judio Kahl, Msc, MH, CHt menjelaskan, yogurt yang kaya akan manfaat bagi kesehatan ini hasil fermentasi susu dengan bakteri laktat Lactobacillus bulgarius dan Streptococcus thermophiles, yang menghasilkan bakteri baik atau probiotik.
“Bakteri baik ini membantu fungsi saluran cerna serta melawan bakteri pathogen dalam usus sehingga dapat mencegah kanker saluran cerna atau kanker usus,” papar dokter konsultan berat badan, ini di sela peringatan World Digestive Health Day (Hari Kesehatan Pencernaan Sedunia) bersama Heavenly Blush, di Kota Kasablangka, Jakarta, Minggu (31/5).
Selain kanker usus, berbagai masalah pencernaan lainnya seperti sembelit, wasir, radang usus, dan typus juga dapat dicegah dengan memiliki pencernaan yang sehat. Salah satunya dengan cara mengonsumsi yogurt secara teratur.
Ia menambahkan, yogurt juga sumber kalsium yang aman dikonsumsi semua orang. Termasuk juga penderita lactose intolerance, yaitu suatu ketidakmampuan tubuh untuk mencerna dan menyerap laktosa (gula yang terdapat dalam susu) karena berkurangnya atau tidak adanya enzim lactase yang seringkali ditandai dengan diare, muntang, kembung, mual, dan keluarnya gas berbau asam dari tubuh.
Menurut The American Cancer Society dan National Health Council 2012, karsinoma kolorektal atau atau kanker kolon adalah keganasan ketiga terbanyak di dunia dan penyebab kematian kedua terbanyak di Amerika Serikat. Kanker klolorektal adalah kanker urutan ketiga yang banyak menyerang pria dengan persentase 10% dan yang kedua terbanyak pada wanita dengan persentase 9,2% dari seluruh penderita kanker di seluruh dunia.
Di Indonesia, jumlah penderita kolorektal menenpati urutan ke-10 atau mencapai 2,75% setelah kanker lain (leher rahim, payudara, kelenjear getah bening, kulit, nasofaring, ovarium, jaringan lunak, dan tiroid.
“Dunia saat ini sudah mulai memberikan perhatian serius terhadap kanker kolon. Seperti Amerika Serikat dimana kanker kolon sudah menjadi prioritas utama. Penerapan pengetahuan dan riset terfokus untuk mencegah kanker, mengurangi penderitaan dan menyelamatkan jiwa,” tutur perempuan cantik ini. (tety)
