13.6 C
New York
10/05/2026
Aktual

Duet Calon Pemimpin Negara Harus Siap Hadapi Tantangan Pertanian Indonesia

JAKARTA (Pos Sore) — Sekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Mayor Jenderal (Purn) Bambang Budi Waluyo, menilai, selama 4 tahun kepemimpinan Jokowi telah berhasil mencatatkan berbagai pencapaian yang positif bagi sektor pertanian nasional.

“Perhatian ini terefleksi pula dari besaran infrastruktur terkait pertanian yang telah dibangun oleh Presiden Jokowi selama 4 tahun ini,” ungkapnya, Kamis (1/8), di Jakarta.

Menurutnya, dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun ke depan, krisis tentang energi termasuk masalah pertanian itu membutuhkan orang-orang yang memahami tentang tani. Sehingga perlu meningkatkan atau menguatkan masalah pertanian ke depan.

“Ke depannya pencapaian-pencapaian ini akan makin dioptimalkan dengan duet pemimpin yang segar yang memiliki perhatian dan pemahaman di sektor pertanian,” kata Bambang.

Ketua Umum HKTI Jend. (Purn) Moeldoko, menambahkan, ke depannya, pembangunan sektor pertanian harus diiringi dengan pengembangan soft skill-nya. Karenanya, isu-isu strategis di sektor pertanian harus segera ditangani.

“Isu-isu itu yaitu, pertama adalah sempitnya lahan. Kedua, akses petani terhadap perbankan sangat rendah. Ketiga, respon petani terhadap teknologi pertanian masih belum baik. Keempat, persoalan manajerial; dan kelima, persoalan paska panen,” jelasnya.

Ia pun telah mengidentifikasi permasalahan tambahan yaitu kurangnya minat generasi muda untuk masuk ke sektor pertanian. Ini karena kondisi pertanian kita kurang menjanjikan.

“Kalau kita coba dari kondisi yang kurang menjanjikan menjadi menjanjikan, maka saya pastikan banyak yang akan bergabung dengan kita (petani), ujar Moeldoko ketika menjelaskan tentang persoalan ini,” tandasnya.

Sejak pensiun, Moeldoko telah fokus bertani yang memang asal dan cita-citanya sejak kecil. Berbekal kemampuan manajerial, ia membawa kerangka kerja yang berbeda di dalam sektor pertanian Indonesia yang mendorong produktivitas secara signifikan.

Di bawah kepemimpinannya, HKTI berhasil mencatatkan sejumlah pencapaian yang tak diduga sebelumnya. Di antaranya, menciptakan bibit unggulan M400 dan M70D dengan sertifikasi dan pujian dari Menteri Pertanian.

Selain itu, mendirikan perusahaan M-Tani untuk mengembangkan bibit unggul, pupuk, teknologi pertanian dan pendampingan bagi petani. Juga membangun pompa air raksasa di Gunung Kidul untuk mendukung pertanian kawasan.

Yang tak kalah pentingnya yaitu membentuk kelengkapan organisasi HKTI berupa organiasi otonom HKTI yaitu Koperasi HKTI Tani Makmur Sejahtera, Media Center, IT Data Center, Brigade Anti Hama, Lembaga Litbang, LBH dan Event Organizer.

Untuk mengundang generasi muda masuk ke sektor pertanian, Moeldoko juga gencar melakukan sejumlah langkah-langkah out-of-the-box, termasuk HKTI Innovation Award, mengaktifkan kembali Pesta Petani Muda (Pestani).

Selain itu, pengembangan pesawat drone untuk pertanian, pemberdayaan organisasi sayap Pemuda Tani dan perempuan Tani, serta kerjasama dengan kampus dan pesantren untuk menciptakan pemuda petani. (tety)

Leave a Comment