24/04/2026
AktualNasional

Duet Anies – Cak Imin, Demokrat Emosional, PKS Tenang, PKB Gelar Pleno

Ketum Partai Nasdem Surya Paloh dan Presien Jokowi bertemu.//Foto:medcom

JAKARTA (Possore.id) — Dinamika yang terjadi di tubuh Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) dengan usaha partai Nasdem menduetkan Anies Baswedan (Capres) dengan Muhaimin Iskandar (Cawapres), membuahkan reaksi yang berbeda partai peserta koalisi.

Jika jajaran Partai Demokrat terlihat emosionil, jajaran PKS terlihat lebih tenang. Ketua Bidang Polhukam DPP PKS Almuzammil Yusuf dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/9) menjelaskan, pihaknya menghormati keputusan setiap partai politik.

“Parpol memiliki hak dan kedaulatan dalam menentukan sikap politiknya,” ujar Muzammil, jelas-jelas merujuk langkah Partai Nasdem yang berusaha mendusetkan pasangan Anies Baswedan dengan Muhaimn Iskandar

“Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencari titik temu dalam KPP,namun belum memperoleh hasil yang diinginkan bersama,” kata Muzammil.

sementara itu, DPP PKB selaku pihak yang menerima ”pinangan” dari Nasdem langsung menggelar rapat pleno di Surabaya, Jumat sore (1/9).

DPP PKB menggelar rapat pleno gabungan bersama Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz di Kantor DPW PKB Jatim, Kota Surabaya, Jumat (1/9) sore.

Rapat ini menentukan sikap akhir terkait Pilpres 2024 menyusul pinangan NasDem menggandeng Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai Wapres Anies Baswedan. Kabarnya juga akan menentukan lokasi dan waktu deklarasi dukungan di Surabaya.

Rapat dipimpin Sekjen DPP PKB M Hasanuddin Wahid, diikuti seluruh Ketua DPW PKB se-Indonesia. Rapat berlangsung secara tertutup mulai pukul 16.30. Namun belum diperoleh hasilnya.

Sebelumnya di Jakarta, Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid mengatakan, sikap akhir PKB diputuskan dalam rapat yang lebih besar di Surabaya ini.

Terkait apakah nanti akan ada deklarasi sikap di Surabaya, Jazilul masih mengaku masih akan menanti apa yang diputuskan pada rapat. Namun dirinya membenarkan, rapat pleno di Jakarta memang berjalan cukup alot.

Baik perwakilan Dewan Syuro maupun perwakilan Dewan Tahfidz sama-sama memberikan argumentasi yang kuat. Maka dari itu, mereka membutuhkan rapat lagi di Surabaya dalam rangka finalisasi sikap PKB.

Terkait sikap PKS lebih jauh pasca diduetkannya Anies Baswedan — Muhaimin Iskandar, Muzammil menyatakan, sampai hari ini pihaknya tetap merujuk kepada keputusan Musyawarah Majelis Syuro (MMS) VIII bahwa PKS secara resmi mendukung dan mengusung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden Republik Indonesia pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI tahun 2024.

“Karena itu, PKS tetap pada keputusan MMS VIII tersebut dan kami akan berjuang sebaik-baiknya dalam menjalankan amanat tersebut,” ujarnya.

Beda dengan PKS, jajaran Partai Demokrat sebagaimanan diungkapkan Ketua Majelis Tinggi partai itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),betul-betul emosioal mendengar langkah Nasdem menduetkan Anies dengan cak Imim (Muhaimin Iskandar).

Melalui video yang tayang di Kompas TV, Jumat petang (1/9), SBY menyampaikan sambutan pengantarnya yang diikuti seluruh kader partai se Indonesia.

SBY menyingggung press rilis yang disampaikan Sekjen PD sehari sebelumnya. Ia yakin yang membaca terkejut tidak menyangka ada “prahara” (SBY membahasakan prahara)seperti ini.

“Dan ternyata bukan hanya kader yang merespon (keputusan menggandengkan Anies-Cak Imin-red) sampai dinihari, tapi juga masyarakat luas. Saya mengetahui kader di lapangan sangat emosional tadi malam itu,” tutur SBY.

Selaku Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY seluruh kader partainya menenangkan hati atas apa yang terjadi pada mereka.

Demokrat memutuskan keluar dari Koalisi Perubahan setelah calon presiden Anies Baswedan disebut akan dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar.

Dalam pidatonya pada rapat majelis tinggi di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, SBY mengutip Surat Al Insyirah ayat ke-6 dalam Al Qur’an yang memiliki makna akan datang kemudahan setelah suatu kesulitan.

SBY tak menampik perasaan emosional yang tengah menyelimuti sejumlah kader dan simpatisan Demokrat. Namun menurut SBY, hal tersebut harus dihadapi dengan hati dan pikiran yang tenang.

“Saya minta mari kita tenangkan hati kita pikiran kita. Ini bukan kiamat, ini bukan akhir perjuangan kita, bukan,” kata dia.

SBY menegaskan partainya segera menyikapi situasi terkini pasca putusan Nasdem menduetkan Anies – Cak Imim. Sikap itu akan diputuskan melalui rapat Majelis Tinggi sesuai dengan AD/ART partai.

“Oleh karena itu, kita Partai Demokrat, dan lebih khusus lagi Majelis Tinggi Partai, harus menyikapi dan merespons perkembangan situasi terkini ini,” kata SBY kepada wartawan di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/9/2023).

SBY mengatakan, sesuai AD/RT partai, Majelis Tinggi berwenang menentukan arah koalisi partai, termasuk dengan capres dan cawapres. SBY mengatakan pihaknya segera mengambil sikap.**

 

Leave a Comment