5.7 C
New York
26/04/2026
Ekonomi

Dua Investor Tiongkok Jajaki Kerjasama Investasi Meubel Dan Mesin

JAKARTA (Pos Sore) –Asosiasi Meubel  dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI) yang membawa dua investor meubel dan permesinan  dari Tiongkok, Thailand  menemui Menteri Perindustrian, Saleh Husin untuk menjajaki  peluang investasi di dalam negeri. Menurut Ketua Asosasi AMKRI, Rudi Halim kedatangan dua investor ini bertujuan menjajaki kerjasama investasi di Indonesia.

“Saat ini prosesnya masih dalam penjajakan, kemungkinan akan ada pembicaraan selanjutnya.Kita pada April mendatang juga akan mendatangi Kementerian Perdagangan untuk mengetahui lebih dalam peluang dan fasilitas yang bisa diberikan pemerintah untuk kelancaran investasi ini nantinya,” ungkap Rudi usai bertemu Menperin, di Kementerian Perindustrian,Jumat (11/3).

Sementara itu, Menteri Perindustrian Saleh Husin mengungkapkan, langkah ini merupakan sesuatu awal yang baik untuk meningkatkan target ekspor meubel dan rotan dalam 5 tahun ke depan sebesar US$5 miliar.“Apa saja yang jelas pertemuan ini suatu langkah yang baik. Kita tauh selama ini kalau berbicara soal meubel rotan, selalu ada ekspor bahan baku secara illegal. Ini yang harus diatasi. Cara antara lain membuka peluang investasi dari luar untuk menanamkan investasi mereka di sini.”

“Saat ini prosesnya masih dalam penjajakan, kemungkinan akan ada pembicaraan selanjutnya.Kita pada April mendatang juga akan mendatangi Kementerian Perdagangan untuk mengetahui lebih dalam peluang dan fasilitas yang bisa diberikan pemerintah untuk kelancaran investasi ini nantinya.”

Pemerintah sendiri,katanya, tentu akan menyediakan fasilitas berupa incentive dan kemudahan agar mereka tertarik dan mau berinvestasi di dalam negeri.

Banyak bahan baku rotan di ekspor secara illegal menurut Saleh, akan menghambat upaya peningkatan target ekspor meubel dan produksi rotan. Padahal, dalam 5 tahun ke depan pemerintah harus mencapai target ekpor US$5miliar.”Untuk mencapai target ini harus ada investasi kalau tidak bagaimana bisa dicapai targetnya.”

Selain itu, kata dia,pengembangan produk dengan disain sesuai kebutuhan pasar juga harus dilakukan. “Makanya saya katakana ini satu awal usaha kita untuk menarik investor dari luar. Kebetulan  ada pameran mebel dan kerajinan yang dilakukan AMKRI saat ini.

Sementara itu, Halim menambahkan, dua investor ini tidak langsung berinvestasi. Pihaknya berharap setelah ada penjajakan nantinya, akan banyak lagi investor yang datang dan berinvestadi di dalam negeri.

Hali memaparkan, mereka tertarik datang dan menjajaki peluang investasi di dalam negeri karena upah di Tingkok sangat tinggi dan bahan baku sulit terutama rotan. Ini yang membuat mereka tertarik. “Upah di tingkok US$300-US$400 dolar per bulan. Upah ini cukup tinggi sehingga mereka mencoba ekspansi.Di sisi lain, kita punya bahan baku rotan berlimpah, sementara di Tingkok tidak tersedia bahan baku ini.” (fitri)

 

Leave a Comment