IRGC menghancurkan pusat komunikasi satelit Tel Aviv/Foto: Tasnim
POSSORE.ID, Jakarta – Tentara Iran mengatakan telah melakukan operasi drone sejak Rabu pagi (11/3-26) terhadap beberapa target militer rezim Israel, termasuk fasilitas terkait intelijen militernya.
Tentara Iran mengatakan operasi tersebut menargetkan lokasi-lokasi tertentu di Palestina yang diduduki, termasuk direktorat intelijen militer Israel yang dikenal sebagai Aman, Unit 8200, sistem radar Green Pine, dan gedung markas besar kapal selam di pangkalan angkatan laut Haifa.
Menurut pernyataan tersebut, serangan dimulai sebelum fajar dan masih berlanjut.
Aman adalah bagian dari struktur intelijen Israel dan terlibat dalam mengidentifikasi target dan mendukung operasi militer.
Unit 8200 bertanggung jawab atas pengumpulan intelijen sinyal, pemantauan komunikasi digital, dan melakukan operasi siber ofensif.
Sementara itu, sistem radar Green Pine telah berfungsi sebagai elemen kunci dari jaringan pertahanan rudal Israel terhadap rudal Iran, dan kerusakan pada sistem tersebut dapat secara signifikan mengurangi kemampuan untuk mencegat serangan rudal yang datang.
Menurut Humas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Garda Revolusi telah menghancurkan pusat komunikasi satelit Ha’ela milik rezim Israel, yang terletak di selatan Tel Aviv (Sdot Micha).
Pusat tersebut merupakan salah satu pusat komunikasi utama untuk pangkalan udara dengan jet tempur rezim Zionis, yang dihantam dan dihancurkan oleh drone bunuh diri Angkatan Udara IRGC selama operasi khusus.
Secara terpisah, surat kabar berbahasa Ibrani Maariv, mengutip laporan media Barat, mengatakan penghancuran radar canggih AS di Yordania telah memberikan pukulan berat bagi Amerika Serikat.
Di bagian lain sebagaimana dilaporkan kantor berita Iran, Tasnim, surat kabar itu mengatakan serangan terhadap sistem pertahanan udara AS di Yordania merupakan pukulan signifikan terhadap kemampuan militer AS dan dukungannya terhadap pertahanan Israel melawan Iran.
Maariv juga mengatakan bahwa tindakan Amerika Serikat, termasuk serangan awal AS-Israel, telah memperkuat posisi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Sementara itu, perusahaan keamanan maritim Inggris Ambrey seperti dikutip dari Alzajeera, Rabu malam (11/03-26), menyebutkan fasilitas penyimpanan minyak di pelabuhan Salalah, Oman, dihantam.
Drone menghantam tangki bahan bakar di pelabuhan, lapor Oman TV. Tidak ada kerusakan pada kapal dagang yang dilaporkan, kata Ambrey.
Iran terus menargetkan lokasi produksi dan penyimpanan energi di seluruh Teluk sebagai tanggapan terhadap serangan berkelanjutan AS dan Israel terhadap negara tersebut.(lia)
