9.3 C
New York
19/04/2026
Aktual

DPR Heran BIN Suarakan Survei Abal-abal

Possore.com — Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sodik Mudjahid mengaku heran dengan sikap Badan Intelijen Negara (BIN) yang menyuarakan hasil survei terkait radikalisme masjid. Survei itu menyampaikan bahwa sebanyak 41 masjid di lingkungan pemerintah terpapar paham radikalisme.

Sebagaimana dilansir Republika. co.id, hasil survei Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Nahdlatul Ulama itu disuarakan oleh Juru Bicara Kepala BIN Wawan Hari Purwanto.

“Riset atau survey mempunyai standar metodologi yang berpengaruh kepada validitas dan realibilitas hasil riset tersebut,” jelas Sodik dalam pesan singkatnya kepada Republika.co.id, Kamis (29/11).

Sementara,melalui acara ILC di salah satu televisi berita, Selasa malam (27/11), mayoritas  nara sumber seperti ustad Tengku Zulkarnain, ustad Heikal, aktivis muslim Eggi Sudjana dan lainnya menyatakan survey atau studi tentang 41 masjid pemerintah yang terpapar radikalisme itu adalah penelitian abal abal.

”Saya bersyukur kita sepakat bahwa survey ini abal abal. Ini juga menandakan lagi lagi serangan terhadap Islam tidak berhasil,” komentar ustad Haikal.

Sodik menilai survei yang dilakukan P3M itu dilakukan dengan metodologi yang sangat lemah sehingga konsekuensinya bisa diabaikan atau tingkat kepercayaannya rendah.

Menurutnya, saat di acara diskusi di salah satu stasiun televisi swasta, pelaku survei mengatakan surveinya baru bersifat indikatif dan bukan bersifat konklusif. “Tentu ini membuktikan lemah dan kacaunya metodologi yang digunakan. Apalagi mereka (P3M) katakan bisa benar bisa salah,” tutur Sodik.

Politikus Partai Gerindra itu menyatakan seharusnya survei itu menggunakan metodologi yang benar akan mempertahankan hasil surveinya dengan benar bukan keragu-raguan. Hal ini tentu akan bahaya jika lembaga sekelas BIN percaya dengan survei seperti itu. “Mengapa BIN percaya pada hasil survei abal-abal, dan menyebarluaskannya?” keluhnya.(lya)

Leave a Comment