10 C
New York
19/04/2026
AktualNasional

Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional, Bupati Menpawah: dr. Rubini, Dokter Pejuang Kemerdekaan dan Kemanusiaan

Wakil Bupati Mempawah Muhammad Pagi saat menerima kunjungan tim TP2GP bersama ahli waris dan TP2GD

.
JAKARTA (Pos Sore) — Dokter Rubini Raden Rubini Natawisastra memang sudah tiada. Dokter pejuang ini wafat di tangan penjajah Jepang pada 28 Juni 1944 dalam peristiwa Mandor.

Tragedi Mandor atau Tragedi Mandor Berdarah adalah peristiwa paling kelam di Kalimantan Barat.  Puluhan ribu orang selama kurun waktu tahun 1942 – 1944 dibunuh secara keji dengan samurai oleh tentara pendudukan Jepang tanpa batas etnis dan ras.

Meski sudah 78 tahun berlalu, jejak-jejak perjuangannya masih melekat erat di benak masyarakat Mempawah hingga kini. Keberadaan dr. Rubini masih terasa oleh masyarakat.

Karena itu, adalah wajar jika dr. Rubini diusulkan sebagai Pahlawan Nasional. Bukan saja karena jasa-jasanya yang memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga kepeduliannya pada perempuan dan anak yang menjadi korban tentara Jepang.

Salah satu pihak yang mengusulkan dr. Rubini sebagai Pahlawan Nasional adalah Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Ketua Umum Kowani, Giwo Rubianto Wiyogo, mengatakan perjuangan dr Rubini sejalan dengan misi dan visi Kowani. Yakni menjaga harkat dan martabat kaum perempuan.

Karena itu, sebagaimana halnya masyarakat Kalimantan Barat, Kowani berkepentingan turut mengusulkan dr. Rubini sebagai Pahlawan Nasional kepada pemerintah.

Berada di garda terdepan dalam proses pengusulan dr Rubini menjadi pahlawan nasional bersama tokoh masyarakat Kabupaten Mempawah dan propinsi Kalbar.

Kowani sendiri berhasil mengantarkan tokoh pejuang asal Aceh Laksamana Malahayati dan jurnalis perempuan asal Sumatera Barat Rohana Kudus sebagai pahlawan nasional.

Kongres Wanita Indonesia adalah organisasi federasi perempuan terbesar dan tertua di Indonesia dengan anggota berjumlah 102 organisasi di tingkat pusat dan sekitar 90 juta anggota yang tersebar hingga akar rumput.

Wakil Bupati Mempawah Muhammad Pagi menyampaikan Rubini adalah dokter di Kalbar yang berjuang pada zaman penjajahan Jepang. Semasa hidupnya dr Rubini banyak melakukan autopsy terhadap perempuan korban perkosaan tentara Jepang.

Bersama para pejuang Kalbar lainnya, dr. Rubini menantang pendudukan Jepang yang sadis dan menyiksa rakyat lewat kerja paksa (romusha) dan perlakuan jugun ianfu (perkosaan terhadap wanita).

Karena kegigihannya berjuang bersama raja-raja di Kalbar, dr. Rubini dan istrinya ditangkap bersama dengan 21.047 pejuang dan dieksekusi oleh tentara Jepang di Mandor.

“Semoga usulan masyarakat diterima dan dokter Rubini segera ditetapkan sebagai pahlawan nasional,” tandas Wabup Pagi.

Wabup Pagi menyampaikan harapannya tersebut saat menerima kunjungan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) bersama dengan Direktorat Potensi dan Daya Sosial Kementerian Sosial RI terkait usulan dr. Rubini sebagai Pahlawan Nasional.

TP2GP bersama pemerintah telah melakukan verifikasi dan validasi data dr Rubini yang disusun oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Kalimantan Barat.

Verifikasi data ini dilakukan sebelum dr Rubini ditetapkan sebagai pahlawan nasional sebagaimana diusulkan masyarakat Kalbar.

Kegiatan verifikasi didasarkan atas surat pemberitahuan dari Kementerian Sosial RI nomor 460/5.5/PB.05.01/2022 tertanggal 19 Juli 2022 tentang Verifikasi Lapangan Usulan Calon Pahlawan Nasional tanggal 27-29 Juli 2022.

Selanjutnya tim yang dipimpin oleh anggota TP2GP Prima Nurahmi dan didampingi Direktorat Potensi dan Sumber Daya Sosial Sunniyah dan Andita Rahma Yustisiani melaksanakan tugas untuk menindaklanjuti usulan calon pahlawan nasional di Kalbar.

Kedatangan tim pada Rabu 27 Juli 2022 itu diterima oleh Sekda Kalbar yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kalbar, Linda Purnama.

Hadir pula Kepala Dinas Sosial Kalbar, Golda M Purba dan personel dari Balai Pelestarian dan Nilai Budaya Daerah, Badan Pelaksana Sejarah Pembinaan Mental Kodam XII Tanjungpura, Biro Kesra Prov Kalbar

Selain itu, Markas Daerah LVRI, akademisi Karel Juniardi, M. Rikaz Prabowo, masyarakat sejarah Indonesia, Ketua IDI Kalbar, guru sejarah Kalbar dan tokoh-tokoh Kalbar yang tergabung dalam TP2GD.

Dalam kegiatan verifikasi dan validasi data tersebut, tim mendapatkan paparan terkait profil dokter Rubini melalui pemutaran video singkat. Dilanjutkan dengan tanya jawab oleh TP2GP dan Kemensos RI.

Mereka menyatakan secara administratif pengajuan pahlawan oleh TP2GD Provinsi Kalbar melalui rekomendasi Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji.

Selanjutnya pada Kamis 28 Juli 2022, tim berangkat ke Makam Juang Mandor untuk mengecek bukti fisik berupa relief dan cungkup/makam.

Di lokasi, tim juga mewawancarai juru kunci Makam Juang Mandor, Uca Suherman. Ia merupakan anak juru kunci pertama, yakni Abdussamad Ahmad bin Ahmad.

Tim TP2GP didampingi oleh Kadisos Kalbar beserta anggota TP3GD, ahli waris yang merupakan cucu dokter Rubini serta Kowani Erry Hutabarat sebagai pengusul dengan kategori pejuang kemerdekaan dan kemanusiaan.

Wabup Pagi berharap tim verifikasi lapangan dapat memberikan kontribusi positif terkait usulan dr Rubini sebagai pahlawan nasional.

Leave a Comment