TANGERANG (Pos Sore) — Gedung Pelayanan Terpadu ‘Dr. Adhyatma, MPH di RS Kusta Dr. Sitanala, Tangerang baru saja diresmikan Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek. Gedung baru ini terdiri dari tiga lantai mencakup pelayanan gawat darurat, pelayanan rawat inap, pelayanan kamar operasi serta pelayanan intensive care unit (ICU).
“Gedung ini diberi nama Gedung Pelayanan Terpadu Dr. Adhyatma, MPH, sebagai bentuk terima kasih atas jasa-jasa beliau membina rumah sakit ini selama periode 1965-1971,” kata menkes, didampingi Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan, Prof. Dr. dr. Akmal Taher, SpU(K), dan Direktur RS Kusta Sitanala, drg. Liliana Lazuardy, M.Kes, Rabu (25/2).
Gedung ini dibangun secara bertahap dalam 3 tahun sejak 2012-2014 dengan dana pembangunan bersumber dari APBN RSK DR Sitanala tahun 2012, 2013 dan 2014. Sedangkan untuk kelengkapan sarana dan prasarana gedung tersebut bersumber dari dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Badan Layanan Umum (BLU) RSK Dr. Sitanala.
Sebagai RS Khusus Kelas A, RS Kusta Dr.Sitanala memiliki tugas dan fungsi sebagai tempat rujukan tertinggi bagi penanganan kasus kusta dan dapat membantu RS di sekitarnya dalam pelayanan kekhususannya. RS ini juga menjadi salah satu sarana pendidikan, penelitian dan pengembangan bagi tenaga medis maupun para medis dalam pengobatan kusta khususnya rehabilitasi kusta.
“Keberadaan RS ini diharapkan dapat menurunkan angka kecacatan pada penderita secara signifikan,” harap menkes.
Rumah sakit yang didirikan pada 1956, awalnya hanya satu leprosarium kusta dengan nama Leprosarium Sewan, lalu berkembang menjadi Pusat Rehabilitasi Sitanala. Nama Sitanala diambil dari nama dokter Indonesia yang pertama kali berkecimpung menangani penderita kusta di Indonesia. Pada 1978, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. 140/MENKES/SK/IV/1978 menjadi Rumah Sakit Kusta Dr. Sitanala.
Dalam perjalanannya kini, RSK Dr. Sitanala tak hanya melayani penderita kusta saja. Dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat sekitar dan dampak kepadatan penduduk di wilayah Tangerang yang sudah tidak dapat ditangani lagi oleh RS pemerintah lain yaitu RSUD Tangerang, maka RS Kusta dr. Sitanala juga memberikan pelayanan kesehatan lainnya yang ditunjang oleh ketersediaan sarana dan prasarana rumah sakit.
Saat ini RSK Dr. Sitanala memiliki 18 poliklinik yang terdiri dari poliklinik kusta, poliklinik umum, poliklinik gigi, dan 15 poliklinik spesialis. Rumah sakit ini, juga memiliki pelayanan rawat inap kusta, rawat inap umum, IGD, ICU, pelayanan bedah, pelayanan rehabilitasi, serta pelayanan penunjang berupa laboratorium, radiologi, gizi, farmasi. Dengan jumlah tempat tidur 200 tempat tidur.
Bila dilihat perbandingan jumlah kunjungan, pasien umum lebih banyak dibandingkan dengan pasien kusta, yakni 76% kunjungan pasien umum dan 24% kunjungan pasien kusta. Demikian pula untuk pelayanan rawat inap, perbandingan pasien umum sebesar 84% sedangkan pasien kusta 16%. (tety)
