JAKARTA (Pos Sore) — Sejumlah pemimpin dunia akhir-akhir ini banyak berkunjung ke Indonesia. Di antaranya yang paling akhir adalah Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud, Presiden Perancis Francois Hollande, hingga Presiden Republik Islam Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani.
“Saya kira yang dilihat negara lain, stabilitas politik, stabilitas ekonomi dan kepemimpian Indonesia di kawasan saya kira menjadi rujukan kenapa banyak presiden, perdana menteri, raja itu berkunjung ke Indonesia,” kata Presiden Jokowi.
Usai menerima kunjungan Presiden Republik Islam Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/4), Presiden juga menyampaikan penghargaan beberapa negara terhadap kemajemukan Indonesia, tetapi tetap bisa menjaga persatuan dan tetap pada posisi stabilitas yang baik, damai.
Ia menunjuk contoh pernyataan Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani yang menyampaikan penghargaan atas posisi persatuan dan kesatuan Indonesia meskipun terdiri atas 17.000 pulau.
“Tadi saudara-saudara sudah mendengar sendiri, betapa Presiden Ashraf Ghani memberikan penghargaan yang luar biasa karena meskipun Indonesia terdiri dari 17.000 pulau, tadi saya sudah menyampaikan ada 714 etnis dan 1.100 lebih bahasa lokal, tetapi masih pada posisi persatuan dan kesatuannya sangat-sangat baik,” ujar Presiden.
Yang kedua, lanjut Presiden Jokowi, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Islam dan demokrasi di Indonesia ini bisa berjalan beriringan.
“Itu yang sudah diberikan penghargaan dari negara lain terhadap Indonesia. Toleransi, pluralitas yang terus berjalan beriringan secara damai,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, Indonesia banyak diminta untuk membantu rekonsisiliasi, membantu mendamaikan, seperti tadi juga disampaikan Presiden Ashraf Ghani pada Indonesia untuk mengirimkan delegasi ke Afghanistan. (tyas)
