JAKARTA (Pos Sore) — Pemerintah akan mencanangkan minum obat kaki gajah secara serentak di daerah endemis kaki gajah. Pencanganan dilakukan oleh Presiden RI, Joko Widodo, di Cibinong pada 1 Oktober 2015.
Pencanangan tersebut tak lepas adanya fakta sebanyak 105 juta penduduk Indonesia saat ini hidup di daerah endemis penyakit kaki gajah (filariasis). Mereka tersebar di 242 kabupaten/kota utamanya di wilayah Indonesia timur.
Saat ini saja jumlah penderita kaki gajah tercatat mencapai 14.932 orang penderita kronis filariasis yang tersebar di 401 kabupaten/kota. Berdasarkan laporan daerah dan hasil survey, sampai dengan tahun 2013 sebanyak 233 kab/kota endemis, 171 kab/kota non endemis, dan 107 kab/kota perlu melaksanakan pemetaan endemisitas.
Penanganan yang terlambat membuat penderita mengalami cacat seumur hidup. Kaki yang sudah membengkak tidak akan bisa mengecil lagi dan itu akan mengganggu aktivitas penderita sehari-hari.
“Penyakit kaki gajah masih menjadi masalah serius di Indonesia dan itu menjadi pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan segera,” tegas Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, usai Rapat Koordinasi Penanganan Penyakit Kaki Gajah bersama Menteri Kesehatan, Nila F Moeleok, di Kemenko PMK, Jumat (7/8).
Puan menjelaskan penyakit kaki gajah bisa mengena siapa saja. Dewasa, remaja, anak-anak. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan sedini mungkin.
Untuk pemberantasan penyakit ini sampai tuntas, WHO sudah menetapkan kesepakatan global. Program eliminasi dilaksanakan melalui pemberian obat massal pencegahan (POMP) filariasis di daerah endemis menggunakan DEC dan Albendazole, diberikan setahun sekali minimal 5 tahun berturut-turut.
Menkes menjelaskan, filariasis adalah penyakit menular yang mengenai saluran dan kelenjar limfe yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan oleh nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun dan bila tidak diobati dapat menimbulkan kecacatan menetap berupa pembesaran kaki, lengan, dan alat kelamin.
“Seseorang dapat tertular filariasis apabila orang tersebut mendapatkan gigitan nyamuk infektif yang mengandung larva infektif atau larva stadium III. Nyamuk mendapatkan mikrofilaria karena menghisap darah penderita atau dari hewan yang mengandung mikrofilaria,” paparnya.
Penyakit kaki gajah disebabkan oleh cacing filaria yang hidup di dalam tubuh manusia. Cacing ini dapat bertahan hidup selama 4-6 tahun dalam kelenjar getah bening, kelenjar yang melindungi tubuh dari penyakit. Cacing ini berkembang biak di dalam tubuh dan menghasilkan jutaan anak cacing yang beredar di dalam darah.
Perlu diingat, semua nyamuk bisa menularkan filariasis: nyamuk rumah, nyamuk got, nyamuk hutan, dan nyamuk rawa-rawa. (tety)

