22.1 C
New York
24/04/2026
AktualEkonomi

Dibangun ‘Rumah Kemasan’ untuk Tingkatkan Kualitas Produk UKM

JAKARTA (Pos Sore) — Kementerian Koperasi dan UKM akan membangun ‘rumah kemasan’ di setiap provinsi yang dominan UKM-nya. Dengan begitu, diharapkan mampu mengatasi kekurangan UKM dalam hal packing/kemasan.

“Saya prihatin mendapati produk makanan ringan yang jadi oleh-oleh kota Batam, padahal itu produk Malaysia. Tapi kemasannya dibuat sedemikian rupa bagus dengan memakai ikon kota Batam seperti Jembatan Barelang,” kata Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gusti Ngurah Puspayoga, saat berkunjung ke UKM Villa Kek Pisang Batam, Kepulauan Ria, Minggu (8/2).

Hal serupa juga pernah ditemuinya di kota Padang yang mengambil ikon rumah gadang, dan penari Pendet untuk oleh-oleh kota Bali. Karenanya, Kemenkop harus bergerak cepat karena sudah merugikan UKM lokal.

Menkop juga mendapat laporan dari pelaku UKM banyak produk makanan asing, seperti Jepang, Singapura, dan lain-lain membanjiri pasar UKM Indonesia, terutama pusat kuliner maupun oleh-oleh dengan kemasan yang begitu bagus dan menggoda.

Padahal dari sisi kualitas rasa tidak kalah. Itu terbukti makanan Rendang khas Padang Sumatera Barat yang diakui dunia kuliner internasioanal bahkan masuk pasar global.

“Pengusaha kemasan besar memang tidak bisa disalahkan karena mereka juga butuh keuntungan. Sementara UKM tidak mampu dalam mengambil jumlah banyak. Karena itu, Kemenkop dan UKM akan melakukan koordinasi juga kepada kepala-kepala dinas terkait hal ini,” tuturnya.

Keluhan para UKM yang terdengar, mereka tidak bisa memakai kemasan yang bagus agar bisa bersaing dengan produk luar karena keterbatasan kuantiti. Artinya, pengusaha kemasan maunya UKM pesan dalam jumlah banyak semisal di atas seribu pcs, tapi UKM sanggupnya 500-700 pcs. Nah, akhirnya UKM ambil sederhana saja bentuk kemasannya.

“Untuk menjembatani itu, Kemenkop dan UKM akan membuat industri kemasan khusus membantu UKM,” katanya.

Pemilik Villa Kek Pisang Batam, makanan ringan oleh-oleh khas Batam, Denny Deliandri, mengatakan, sesungguhnya Indonesia punya kemampuan dalam hal design, bahan-bahan atau material untuk kemasan sudah siap.

“UKM kami pun siap bangun industri kemasan itu. Itu malah menjadi cita-cita kami. Karena bersinergi dengan produk oleh-olah kami. Tapi karena biayanya membangun industri kemasan mencapai Rp10 miliar, saya tidak sanggup. Utamanya dalam wkatu dekat,” ungkapnya.

Karena itu, ia mendorong Kemenkop dan UKM agar membangun industri kemasan, minimal di setiap provinsi yang ada UKM-UKM. (Tety)

Leave a Comment