Possore.com — Kendati baru empat tahun memerintah, ternyata data yang ada menunjukkan, jumlah impor pangan seperti jagung, gula, beras dan garam di era Jokowi jauh lebih besar ketimbang di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBB)
Komisioner Ombudsman, Alamsyah Saragih, mengungkapkan data tersebut pada acara diskusi publik ”Jokowi Raja Impor?” di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta,Selasa (29/1). Alamsyah merinci, selama empat tahun Jokowi dibandingkan era lima tahun SBY, jumlah impor beras memang lebih besar di era sebelumnya.
“Data beras semenjak tahun 2015 efektif dari Januari(hingga 2018) total yang diimpor itu ada 4,7 juta ton. Namun demikian, kalau dibandingkan dengan impor beras selama pemerintah sebelumnya (2010 – 2014) total impor di periode SBY mencapai angka sedikit lebih tinggi, yaitu 6,5 juta ton,” ujar Alamsyah.
“Itu (impor beras) 6,5 juta ton dalam 5 tahun. Sementara 4,7 juta ton dalam 4 tahun. Saya tidak tahu apakah tahun depan (2019-red) akan bertambah lagi kalau nambah jadi remis atau bisa lebih,” tambahnya.
Sedangkan di 3 komoditas pangan lainnya yaitu jagung, gula, dan garam, impor di era Jokowi lebih besar dibandingkan SBY. Untuk impor gula saja, Jokowi sudah mengimpor 17,2 juta ton. Sedangkan 5 tahun masa SBY hanya 12,7 juta ton. Hal yang sama juga terjadi pada jagung dan garam.
“Kalau boleh bilang posisinya 3-1 kalau pertanyaannya siapa yang lebih banyak impor,” ujarnya.
Ke depan, dia bilang bahwa perhatian utama pemerintah harus menekan laju impor pangan. Pemerintah harus punya cara untuk menggenjot produksi pangan di dalam negeri.
“Maka siapapun yang menjadi presiden ke depan, apabila dalam 100 hari kerja tidak memiliki satu kerangka penguatan kelembagaan sosial ekonomi petani maka kami pastikan 5 tahun lagi akan hal yang sama,” sebutnya.(lya)
