11.3 C
New York
04/05/2026
Internasional

Di Tengah Gempuran AS/Israel, Mojtaba Khamenei Ditunjuk Gantikan Ayahnya

Ayatollah Sayyed Mojtaba Hosseini Khamenei.//Foto: Istimewa

POSSORE.ID, Jakarta  — Para pemimpin militer dan politik Iran telah menyatakan kesetiaan kepada Mojtaba Khamenei, yang telah ditunjuk untuk menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.

Ayatollah Sayyed Mojtaba Hosseini Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru negara itu pada Sidang Luar Biasa Majelis Pakar Iran, sesuai konstitusi negara, terutama pasal 108 dan sesuai dengan kewajiban agama dan keyakinannya.

Disebutkan, ia menjadi pemimpin baru Revolusi Islam, menjadi pemimpin ketiga dalam sistem suci Republik Islam Iran setelah kematian ayahnya Ali Khamenei yang memimpin selama 37 tahun pasca meninggalnya Imam Khomeini tahun 1989.

Kantor Berita Iran, Tasnim, menyebutkan dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu malam, Majelis menyampaikan belasungkawa atas kemartiran Imam Khamenei dan lainnya dalam serangan AS-Israel( 28 Februari 26) dan mengutuk agresi brutal AS-Israel terhadap Iran.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa segera setelah kemartiran Imam Khamenei, dan terlepas dari kondisi perang dan ancaman langsung dari musuh, Majelis Pakar tidak membuang waktu untuk memenuhi tugas konstitusionalnya, dan memulai proses pemilihan dan pengenalan Pemimpin baru.

AS/Israel Terus Bombardir

Sementara itu, dikutip dari Alzajeera, Senin (9/3-26), AS dan Israel terus membombardir Iran, dengan ledakan dilaporkan terjadi di Qom dan Teheran, beberapa jam setelah serangan Israel terhadap fasilitas minyak menyebabkan asap beracun di seluruh ibu kota Iran.

Di pihak lain, seorang tentara AS kedelapan dipastikan tewas di wilayah Teluk, sementara Iran berjanji untuk mengintensifkan serangan balasan, sehari setelah Presiden AS Donald Trump memberikan penghormatan pada upacara untuk menghormati para tentara yang gugur dalam konflik tersebut.

Kantor berita Iran, Tasnim, mengatakan gelombang rudal baru telah ditembakkan ke wilayah Israel dalam satu jam terakhir.

Sebelumnya, menurut Alzajeera, Lebanon mengatakan lebih dari setengah juta orang telah mengungsi secara paksa karena Israel terus menyerang lebih banyak kota di selatan. Setidaknya 394 orang telah tewas, termasuk 83 anak-anak.

Sementara Arab Saudi mengatakan dua orang tewas dan 12 lainnya terluka di provinsi Al Kharj di wilayah tengah setelah sebuah proyektil jatuh di daerah pemukiman. Ledakan juga terdengar di Erbil, Irak. (lia)

Leave a Comment