JAKARTA (Possore.id)— Presiden Prabowo Subianto merombak kabinetnya. Apakah tindakan reshuffle ini bisa menjawab sebagian tuntutan atau keresahan masyarakat?
Tinggal melihat ke depan, seperti apa situasi dan komentar-komentar tokoh masyarakat yang di era now semakin tidak tedeng aling-aling dalam melancarkan koreksi atau kritiknya.
Yang pasti, perombakan kabinet Merah Putih ini tidak masuk dalam daftar 17+8 Tuntutan Rakyat
Ada lima kementerian disebut mengalami perubahan, sementara satu kementerian baru dibentuk;
Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan yang dipimpin oleh Budi Gunawan.
Kementerian Pemuda dan Olahraga yang dipimpin oleh Dito Ariotedjo
Kementerian Keuangan yang dipimpin oleh Sri Mulyani, diganti oleh Purbaya Yudhi Sadewa
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang dipimpin Abdul Kadir Karding diganti oleh Mukhtarudin
Kementerian Koperasi yang dipimpin oleh Budi Arie Setiadi diganti Fery Juliantono.
Sementara satu kementerian baru adalah Kementerian Urusan Ibadah Haji.
Dari lima kementerian yang dirombak, paling tidak, ada beberapa nama yang selama ini menjadi sorotan masyarakat, atau bahkan tidak disuka.
Budi Arie Setiadi (Menteri Koperasi) yang digantikan Fery Juliantono, lama disorot karena dugaan keterlibatannya dalam pem-backing-an judi onlnie.
Dito Ariotedjo (Menpora) termasuk satu figur yang lama menjadi “buah bibir” di dala masyarakat, terkait dugaan terlibat dan menerima aliran dana pengamanan kasus korupsi proyek Menara Base Transceiver Station (BTS) 4G.
Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan)yang diganti Purbaya Yudhi Sadewa, adalah nama yang paling banyak disorot masyarakat, terutama dari kalangan ekonom.
Mensesng Prasetyo Hadi, secara resmi menyampaikan pengumuman di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025).
“Atas berbagai pertimbangan, masukan dan evaluasi yang dilakukan terus-menerus oleh Bapak Presiden, sore hari ini sekaligus Bapak Presiden memutuskan untuk melakukan perubahan susunan Kabinet Merah Putih pada beberapa jabatan kementerian,” ujar Prasetyo.
Kementerian yang mengalami perubahan menurut Prasetyo adalah Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Sedangkan dua kementerian lainnya adalah Kementerian Koperasi dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
“Untuk keenam kementerian yang tadi kami sebutkan, satu adalah kementerian yang baru dan lima kementerian yang terjadi perubahan susunan yang menjabat maka pada sore hari ini akan dilakukan pelantikan di Istana Negara,” tegasnya.
Para menteri baru ini kemudian, usai dilantik Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Senin sore (8/9) menyampaikan komitmennya untuk segera bekerja sesuai dengan amanah yang diberikan.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik empat jabatan menteri dan satu wakil menteri Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan 2024-2029. Acara pelantikan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin, 8 September 2025.
Keempat menteri dan satu wakil menteri yang dilantik yaitu:
1.Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan;
2.Mukhtarudin sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia;
3.Ferry Joko Yuliantono sebagai Menteri Koperasi;
4.Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah; dan
5.Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa untuk jabatan Menko Polkam sementara akan diisi oleh pejabat ad interim.
“Berkenaan dengan posisi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan untuk sementara waktu memang Bapak Presiden belum menunjuk secara definitif siapa yang akan beliau tugaskan menjadi Menko Polkam. Sehingga untuk sementara waktu beliau akan menunjuk ad interim untuk menjabat sebagai Menko Polkam,” ucap Menteri Pras.
Dalam keterangannya usai dilantik , para menteri menyatakan kesiapannya dalam melaksanakan arahan Presiden, baik dalam pelayanan untuk masyarakat maupun penguatan agenda pembangunan nasional. (lia)
