03/05/2026
Aktual

Deteksi Dini, Stroke Bukan Akhir dari Segalanya

JAKARTA (Pos Sore) — Stroke masih menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Penderitanya membutuhkan pengobatan dalam jangka panjang dengan biaya yang tidak sedikit. Ditambah lagi masalah produktivitas pasien yang menurun.

Menurut spesialis bedah saraf dari Bunda Neuro Center (BNC) RSU Bunda, dr. Ibnu Benhadi, SpBS (K), mengatakan, data tahun 2010 di Amerika Serikat, stroke berada di urutan 3 teratas sebagai penyebab kematian setelah penyakit jantung dan kanker. Kasusnya mencapai 700 ribu pertahun.

“Penanganan yang cepat dan tepat difase akut akan sangat menentukan kondisi pasien selanjutnya. Dalam manajemen stroke akut dikenal istilah golden periode, yaitu batas waktu tertentu pasien harus menandapatkan penanganan. Semakin cepat ditangani, hasil akhirnya akan lebih baik,” katanya dalam media gathering ‘Stroke Bukan Akhir dari Segalanya’, Senin (26/8).

Stroke terjadi karena sebagian sel-sel di are otak mati akibat suplai pembuluh darah ke sel otak berkurang. Hal ini akibat adanya penyumbatan pembuluh darah yang menuju otak sehingga oksigen dan darah berkurang. Atau juga akibat pecahnya pembuluh darah di otak sehingga area yang tergenang darah akan mati.

Dokter Spesialis Syaraf RSU Bunda, dr. Nizmah, SpS mengatakan stroke sebenarnya bisa dicegah. Jika gejala-gejala tersebut terdeteksi, maka segerakan penderita untuk memeriksakannya ke dokter syaraf. Deteksi stroke sendiri bisa dilakukan dengan metode FAST.

“Yaitu singkatan dari Face, Arm, Speech, dan Time yang wajib diketahui oleh setiap masyarakat. Face, jika terlihat keanehan di wajah. Arm jika tangan atau lengan tiba-tiba lemas sehingga tidak dapat digerakkan. Speech jika lidah tiba-tiba kelu atau gagap bicara tanpa duketahui penyebabnya. Time, waktu untuk menyelamatkan orang dari bahaya stroke tingkat lanjut,” paparnya.

Tien Winarko, Corporate Marketing RS Bunda, mengatakan, BNC sendiri salah satu layanan unggulan di RSU Bunda Jakarta. Pusat manajemen gangguan otak, saraf, dan tulang belakang secara menyeluruh.

“Saat ini dunia kedokteran sudah sangat maju, sehingga bila ditangani dengan cepat dan benar di fasilitas yang memadai, prognosis stroke bisa sangat baik dan pasien bisa kembali beraktivitas mendekati norma,” katanya.

Stroke sebenarnya bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat dan deteksi dini secara rutin. Di BNC, pasien diajarkan mengenali faktor-faktor risiko stroke dan mengendalikannya. Dengan pengetahuan yang baik, bila ada salah satu anggota keluarga yang terkena stroke, bukan berarti dunia berakhir. (tety)

Leave a Comment