06/05/2026
Aktual

Deteksi Dini Cegah Kanker pada Anak

JAKARTA (Pos Sore) — Deteksi dini guna pencegahan penyakit kanker pada anak, langkah utama yang wajib dilakukan para orangtua untuk menyelamatkan tumbuh kembang sang buah hati.

“Mengenali dan mengatasi kanker pada anak hanya dapat dilakukan melalui kegiatan deteksi dini secara rutin dan periodik,” kata ahli onkologi dari Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Hospitals Semanggi, Prof. Dr. dr. Moeslichan, SpA (K).

Ia memaparkan hal itu saat menjadi pembicara seminar ‘Kenali dan Atasi Kanker pada Anak’, yang diselenggarakan Siloam Hospitals bekerjasama dengan Harian Kompas, di Jakarta, Sabtu (25/2).

Menurutnya, deteksi dini sangat diperlukan dan orangtua berperan penuh dalam hal ini. Meskipun kanker pada anak dapat disembuhkan namun jika itu terjadi tentu sangat berdampak psikologis, menguras energi dan biaya bagi para orangtua.

“Karenanya, saya ikut menyarankan agar kenali dan Atasi Kanker anak melalui deteksi dini” papar Moeslichan.

Moeslichan menambahkan, kasus kanker pada anak meski jarang terjadi, sekitar dua persen dari kasus kanker dapat segera dikenali jika terdapat benjolan kecil pada tubuh anak.

“Terlebih kanker darah atau Leukemia, kanker dalam cairan yang sulit diprediksi. Karenanya segera lakukan pemeriksaan secara berkala,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, pentingnya deteksi dini turut disampaikan dr. Lili Sriwahyuni Sulistyowati, MM., Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dari Kementerian Kesehatan RI.

Menurut Lili, terdapat tiga hal pokok dalam deteksi dini. Pertama, meningkatkan kegiatan pencegahan melalui penyebaran informasi. Kedua, menurunkan angka kematian. Ketiga, meningkatkan kualitas hidup penderita kanker.

“Pemerintah berperan melalui penyebaran informasi. Dalam kegiatan deteksi dini dapat dilakukan melalui area publik dan pendidikan, yaitu misalnya dalam area pra sekolah atau PaUD, Taman Kanak Kanak dan areal kesehatan publik, yaitu Puskesmas dan juga informasi melalui para Bidan,” paparnya.

Guna mendukung peran pemerintah dan swasta, dalam meningkatkan kualitas hidup penderita kanker pada anak, Ira Soelistyo, Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), mengatakan, pihaknya telah berhasil mendirikan tujuh rumah singgah bagi para pasien.

“Rumah singgah ini tidak saja berfungsi untuk peningkatan informasi deteksi dini, namun di dalamnya kami fungsikan agar pasien pun selain mendapat perawatan pun dapat melanjutkan sekolah dan mengikuti kegiatan les seperti kegiatan anak pada umumnya,” jelas Ira.

Hingga 2017, rumah singgah YKAKI telah berdiri di kota Bandung, Yogya, Surabaya, Ujung Pandangan, Manado, Semarang dan Malang di Jawa Timur.

Selain dihadiri ratusan peserta yang datang dari berbagai kota, seminar ini juga disiarkan secara langsung melalui Radio Sonora. (tety)

Leave a Comment