Possore.com — Vokalis Senayan yang juga Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, terus terang menyatakan kekecewaannya menyaksikan panggung Debat Pertama Capres yang digelar di Ruangan Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis malam (17/1).
”Kecewa saya …@KPU_ID tidak saka memberikan kisi-kisi, tapi membolehkan adanya contekan sehingga wajah kandidat sering melihat ke bawah dan tidak menyimak. Akhirnya jawaban gak nyamBung,” tulis Fahri Hamzah melalui akun twiternya usai menyaksikan debat perdana yang diikuti pasangan Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno itu.
Fahri mengajak Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera mengubah model debat ini yang masih tersisa 4 kali lagi. ”Ini cuman adu mulut kok. Takut amat. Sekali lagi, ini kepentingan rakyat. Bukan KPU atau kandidat. Rakyat perlu tahu siapa yg akan mimpin mereka. Jangan main-main. Sekian!” ujar Fahri lagi.
Selain mengkritisi materi dan model debat, Fahri juga mempertanyakan ramenya penonton pada debat capres pertama ini. Ia menyatakan, seharusnya para pejabat dan pimpinan lembaga negara khususnya yudikatif gak usah diajak nonton. ”Ngapain ketua MA @Humas_MA , ketua MK @Humas_MKRI dan ketua KY @KomisiYudisial duduk di antara politisi? Juga banyak sekali pimpinan lembaga pemerintahan dan menteri? Buat apa?”
Belum lagi pembisik dan tukang Antar bocoran Wira Wiri ramai amat kayak Coach dan pelatih dalam pertandingan tinju kelas layang. Menurut Fahri, biarkan aja dia (capres dan cawapres) sendiri saling berhadapan. Biar kelihatan siapa yang mandiri dan siapa yang tidak mandiri. Biar aja saling Timpa aja!
Fahri juga dengan tegas menyatakan kepada KPU, stop sandiwara ini. Rakyat jangan dibodohi. Kosa kata yg keluar dari moderator kayak anak-anak, seperti mohon capres mengucapkan pujian kepada calon lain ya dan menyampaikan pesan Damai…
”Maksudnya apa sih? Memang rakyat rusuh apa? Di bawah santai aja kok,” tulis Fahr.
”Calon presiden tidak perlu dibantu atau dilindungi dalam debat. Biarkan mereka ditelanjangi oleh kata-kata mereka sendiri. Mereka jangan lagi membaca tulisan orang. Biar keluar apa yang sebenarnya ada dalam kepala, dalam hati dan dalam impian mereka. Jangan dibela!”
Fahri mempertanyakan, apa KPU tidak malu melihat debat yang mirip cerdas cermat anak SMP dan SMA?
”Coba lihat deh ..kandidat tidak menyimak pertanyaan dan sangkalan…karena sibuk membaca kerpekan…lalu waktu menjawab tidak nyambung. Tapi karena jawaban capres, kita anggap ok ok aja.”
Fahri menyatakan, kita harus membuat protes keras kepada KPU yang melakukan drama seperti itu, calon presiden bisa bersembunyi di balik pertanyaan dan jawaban serta kisi-kisi yang telah dihafal. ”KPU menipu kita!”
Melihat ada empat kali lagi debat yang tersisa, Fahri pun mengusulkan, 1. Kalau takut ramai gak usah bawa Timses. Di studio TV aja. 2. Gak usah kasi waktu 2-3 menit. Biar mereka olah narasi sendiri. 3. Stop bawa catatan baik kertas maupun Tablet. 4. Kasi waktu saling potong antar kandidat. (lya)
