Program ini mencakup pelatihan, pengembangan karier, dan dukungan sosial bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, untuk membangun masa depan yang berkelanjutan.
Rangkaian aktivitas Hands of Hope diawali dengan penggalangan donasi pada 23-25 September 2025, yang bertepatan dengan Hari Bahasa Isyarat Internasional.
Program ini mendapatkan dukungan penuh dari D. Ejima, Direktur Utama Danamon, serta jajaran manajemen senior Danamon, sebagai strategi untuk memperkuat nilai keberagaman dan inklusi sebagai fondasi budaya kerja Danamon.
Acara penggalangan donasi juga disertai dengan aktivitas belajar Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) bersama teman Tuli, interaksi dengan barista Tuli dari Kopi Sunyi, dan penulisan pesan dan harapan di Pohon Harapan.
Hasil donasi telah dialokasikan untuk Sekolah Luar Biasa BC Sumber Budi, Petukangan, Jakarta Selatan pada 24 November 2025 mencakup bantuan dana operasional serta pembelajaran dan keterampilan seperti speech trainer, mesin jahit serta alat olah raga serta permainan.
Evi Damayanti, Chief Human Capital and Operations Officer Danamon, mengatakan, Hands of Hope bukan hanya tentang donasi, tetapi tentang keterlibatan aktif karyawan.
Melalui inisiatif Hands of Hope, pihaknya memberikan dukungan kepada komunitas disabilitas, sekaligus mengajak karyawan untuk terlibat aktif, berinteraksi, dan memahami keberagaman secara langsung.
“Dengan merangkul keberagaman dalam segala bentuknya, kami berupaya membangun masa depan yang lebih kuat dan berkelanjutan dengan menghargai kekuatan unik dan perspektif beragam dari setiap individu,” ucapnya.
Melalui inisiatif ini, Danamon menegaskan komitmennya menciptakan ekosistem yang lebih setara dan inklusif melalui peningkatan kapasitas dan penyediaan fasilitas penunjang bagi masyarakat disabilitas.
Berbagai inisiatif ini sebagai langkah strategis untuk membangun masa depan yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
