7.4 C
New York
24/02/2024
Kisah Sukses

Datangkan Rp50 Juta Per Bulan melalui Kripik Sukun

BERAWAL dari keinginan untuk membantu suami dalam membangun ekonomi rumah tangga, seorang istri terkadang harus mau menyisihkan waktunya untuk bekerja ekstra, padahal pekerjaan sebagai seorang istri sudah sangat padat terutama dalam mengurusi anak-anak dan suami mulai dari subuh hingga saat beranjak ke tempat tidur di malam hari.

Hasnah misalnya, memanfaatkan dapur yang selalu menjadi “kantor”nya untuk mendatangkan jutaan rupiah setiap bulannya melalui pembuatan kripik sukun yang lezat. Karena beraneka rasa, kripik sukun buatan perempuan asal Manggar, Belitung ini menjadi sangat laris di Kota Belitung.

Dia mulai merintis usahanya sejak tahun 1996 dengan bermodalkan beberapa lembaran ruipiah saja untuk membeli buah sukun dan kelengkapan untuk membuat kripik. Dia hanya memproduksi untuk memenuhi kebutuhan lokal saja, selain karena belum bermodal besar, Hasnah juga Khawatir akan kehabisan bahan baku. karena untuk membuat kripik sukun dia hanya bergantung pada pasokan buah sukun dari sekitar kampung halamannya di Belitung atau dipasok dari daerah lain sekitar Belitung.

Dengan pengalaman yang dia miliki secara turun temurun, Hasnah membuat kripik sukun berbagai jenis. Dia berinovasi dalam pembuatan produk kripiknya ini, diantaranya kripik sukun jenis biasa, kripik sukun jenis lebar, dan stik. Jika ingin membuat kripik biasa dan stik dia memilih buah sukun yang tua sedangkan kripik sukun yang lebar terbuat dari buah yang masih muda.

Semula dia bekerja sendiri hanya dibantu. Namun karena pesanan terus berdatangan dan permintaan pasar juga melimpah, Hasnah harus merekrut beberpa karyawan untuk membantunya. Kini, Hasnah dapat membuat 500 bungkus kripik perharinya dengan merk “Nuansa Baru” yang duijual dengan harga berkisar Rp15 ribu – Rp20 ribu per bungkus. Meskipun kripik sukun produksi Hasnah masih dipasarkan di wilayah Bangka dan Belitung namun setiap bulannya Hasnah bisa meraup keuntungan Rp50 juta. Sukses selalu Bu Hasnah … (hasyim husein)

1 comment

Leave a Comment