17/04/2026
AktualJabodetabek

Dari Boulevard Hijau, Pejuang Merayakan Budaya dan Kepedulian

POSSORE.ID, Harapan Indah — Sabtu pagi di Jalan Boulevard Hijau Raya, Kota Harapan Indah, suasana terasa berbeda dari biasanya. Jalan yang sehari-hari dipadati kendaraan itu berubah menjadi ruang perjumpaan warga. Akses lalu lintas ditutup sementara, kendaraan dialihkan ke sisi ruko di kanan dan kiri jalan, memberi ruang bagi warna-warni kreativitas yang segera memenuhi kawasan tersebut.

Di ruang terbuka itulah Pagelaran Kreasi Nusantara Pejuang digelar—sebuah perayaan budaya sekaligus wujud kepedulian sosial yang diinisiasi Karang Taruna Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Karang Taruna ke-65 tahun 2025, momentum penting yang dimaknai bukan sekadar selebrasi, melainkan ajakan untuk bergerak bersama.

Kelurahan Pejuang sendiri terdiri dari 33 RW. Tidak semuanya terlibat langsung dalam kepanitiaan, namun seluruh wilayah diajak untuk berpartisipasi dan meramaikan kegiatan. Semangatnya sederhana: kebersamaan, gotong royong, dan rasa memiliki terhadap ruang sosial yang sama.

Sejak pukul 08.00 WIB, warga mulai berdatangan. Anak-anak duduk bersila mengikuti lomba mewarnai dan mural, sementara di sudut lain pelaku UMKM memamerkan produk lokal unggulan mereka. Di atas panggung, tarian dan musik daerah silih berganti, menyuarakan keberagaman budaya Nusantara yang hidup di tengah masyarakat urban.

Tak hanya seni dan hiburan, kegiatan ini juga sarat edukasi dan kepedulian sosial. Sosialisasi penanggulangan narkotika dan obat-obatan digelar berdampingan dengan bakti sosial donor darah, menjadi pengingat bahwa perayaan sejati adalah yang memberi manfaat nyata. Penampilan budaya dari forum adat menambah kekayaan perspektif, hingga malam harinya ditutup dengan pertunjukan wayang kulit oleh Ki Aufa Handaru, menghadirkan nilai tradisi yang tetap relevan lintas generasi.

Menurut Agung Oktan, Ketua Pelaksana yang juga berasal dari RW 11, kegiatan ini berangkat dari kesadaran bersama para pemuda Karang Taruna. “Kami bergerak dari kepedulian terhadap lingkungan dan budaya. Festival Kreasi Nusantara ini menjadi ruang aksi untuk melestarikan seni budaya sekaligus membangkitkan semangat para pejuang masa kini,” ujarnya.

Mengusung tema Pejuang Aksara, Bangkitkan Semangat Para Pejuang,” pagelaran ini melibatkan seniman, budayawan, pengrajin, hingga pelaku UMKM lokal. Harapannya, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut terlibat aktif—belajar, berinteraksi, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan seni budaya Indonesia.

Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang untuk memberikan manfaat berkelanjutan: melestarikan warisan seni, menambah wawasan budaya, meningkatkan rasa percaya diri terutama bagi generasi muda, serta menjadi sarana hiburan dan interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui tahapan yang terencana, mulai dari pembentukan panitia, pengurusan perizinan keramaian, hingga penggalangan dana melalui sponsorship. Di balik layar, kolaborasi lintas unsur menjadi kunci sukses acara ini.

Pagelaran Kreasi Nusantara Pejuang berada di bawah tanggung jawab Ketua FKRW Kelurahan Pejuang, Ketua LPM Kelurahan Pejuang, Ketua Karang Taruna Kelurahan Pejuang, serta Lurah Kelurahan Pejuang. Sinergi ini menegaskan bahwa pembangunan sosial dan budaya hanya bisa tumbuh jika dikerjakan bersama.

Dari Boulevard Hijau Raya, Pejuang tak hanya merayakan ulang tahun Karang Taruna. Mereka merayakan kebersamaan, kepedulian, dan harapan—bahwa di tengah kota yang terus bergerak, budaya dan solidaritas tetap menemukan ruang untuk hidup dan berkembang. (aryodewo)

Leave a Comment