JAKARTA (Pos Sore) – Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan UKM terus melakukan pemberdayaan sumberdaya lokal dengan menggali potensi warisan budaya nasional melalui produk kuliner.
Salah satunya dengan kegiatan Dapur Nusantara (Dara) Smesco yang rutin digelar sejak 2012. Melalui even ini, selain mempromosikan kegiatan pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) binaan Smesco RumahKU (Rumahnya Koperasi dan UKM), juga agar terjalin hubungan emosional antara masyarakat dengan RumahKU.
Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran (LLP-KUMKM), Ahmad Zabadi, mengemukakan dapur nusantara selalu digelar bersamaan dengan kegiatan lain terkait kretivitas KUMKM yang produktif. Selain itu melibatkan dinas Koperasi dan UKM seluruh provinsi.
“Dapur Nusantara merupakan kegiatan promosi bagi KUKM di bidang kuliner yang diselenggarakan secara rutin sebagai bagian dari kegiatan promosi produk-produk KUKM di RumahKU. Masyarakat diharapkan tidak lagi berpandangan gedung Smesco ini sebatas gedung perkantoran,” katanya, saat ditemui di sela even itu di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, secara umum agenda Dapur Nusantara atau Dara Smesco ini selalu berjalan lancar. Tiap tahun jumlah pesertanya meningkat. Jika pada tahun sebelumnya hanya 30, kini menjadi 50 di tahun ini. Event itu juga mampu mendatangkan tingginya kunjungan masyarakat ke RumahKU karena memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang kuliner nusantara yang beraneka ragam.
Sari, misalnya, pengunjung yang mencicipi bubur Manado yang ternyata sudah lama tidak dinikmatinya. Dengan adanya kegiatan ini sangat mengobati rasa rindunya untuk mencicipi kuliner khas Sulawesi Utara itu. “Rasanya lain, ada ikan tongkolnya,” ujarnya yang berharap even seperti ini terus diadakan.
Basuki, salah seorang pengusaha kuliner asal Surabaya, ikut ambil bagian dalam kegiatan itu dengan nama usaha Bebek Ireng Suroboyo yang dirintisnya sejak 2008.
Dalam sehari, dia bisa menjual 2.000 potong bebek. Sepotong bebek dijual Rp26 ribu. Dia mengungkapkan, tak ada resep khusus pada bebek hasil olahannya. Hanya cincangan kepala, leher, ati, ampela bebek. Masakan Bebek Ireng Suroboyo buatan Basuki ini terasa beda. “Enak. Bebeknya empuk,” kata serorang pengunjung. (tety)

