JAKARTA (Pos Sore)- Perum Bulog harus mengawasi secara ketat pelaksanaan operasi pasar yang kini sedang berlangsung,karena jika tidak, upaya stabilisasi harga beras yang diharapkan pemerintah tidak akan terwujud.hal itu diungkapkan anggota komisi 4 DPR Daniel Djohan kepada wartawan di gedung saat berlangsung diskusi Dialektika Demokrasi yang diselenggarakan Koordinatoriar Wartawan Parlemen bekerjasama dengan Sekjen DPR-RI.Kamis (26/2).
Menurut Daniel, Perum Bulog sebaiknya tidak mengandalkan pengusaha besar untuk membantu menstabilkan harga beras tersebut, karena pengusaha besar selama ini diyakini sebagai salah satu sumber masalah dalam menjaga stabilitas harga. selain itu, Bulog juga harus menentukan harga eceran tertinggi yang dapat dijual oleh para pedagang, sehiga Para pengecer beras nantinya tidak boleh menjual beras di atas harga yang telah ditentukan Bulog. lebih lanjut Daniel menjelaskan, harga beras yang dijual di pasaran sekarang ini telah mengalami kenaikan harga sebesar 30 persen. dimana beras kualitas menengah yang awalnya Rp 9.000 per kilogram kini dijual seharga Rp 12.000 per kilogram. Sementara, beras dengan kualitas premium yang semula harganya Rp 11.000 per kilogram, kini menjadi Rp 15.000 per kilogramnya.(Bambang Tri P).
