01/02/2026
AktualNasional

Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan Ibu dan Anak

“Peningkatan suhu bumi misalnya, telah memicu fenomena gelombang panas di sejumlah negara di Kawasan Asia dan Amerika Serikat termasuk Arab Saudi,” katanya.

Kenaikan suhu global memang akan tetap terjadi, namun mestinya hanya mencapai 1,5 derajat celcius pada 2035. Sayangnya pada 2024 kenaikan suhu global sudah mencapai 1,4 derajat celcius.

“Artinya tinggal 0,1 derajat celcius laku kenaikan suhu global yang harus kita kendalikan sampai 2035,” kata Siswanto.

Di Indonesia sendiri, dampak perubahan iklim semakin nyata terlihat. Dari pengamatan 116 stasiun BMKG tahun 2023 diketahui di sejumlah wilayah di Indonesia telah terjadi kenaikan suhu yang cukup ekstrem menjadi 35 derajat celcius pada bulan-bulan tertentu.

“Padahal suhu rata-rata di Indonesia adalah 27,2 derajat celcius. “Suhu udara tahun 2023 ini tertinggi kedua setelah tahun 2016,” jelasnya.

Menurutnya, tahun 2023 dan 2024 menjadi tahun-tahun terpanas sepanjang sejarah. Diprediksi tahun depan suhu Indonesia dan negara-negara di sekitar ekuator lainnya juga akan lebih panas dibandingkan dengan 2023 dan 2024.

Fakta lainnya, konsentrasi karbon Indonesia di bawah rata-rata (GAW Kototabang), meningkat dengan laju 2 ppm/tahun.

Rekor tertinggi konsentrasi karbon dunia terjadi pada Mei 2020 (417,1 ppm), pada waktu emisi turun akibat pandemi Covid-19.

“Dan perubahan iklim ini tidak pada posisi berhenti atau jeda dalam bentuk apapun,” tegas Siswanto.

Ia mengingatkan perubahan iklim ini berisiko meningkatkan bencana hidrometeorologis di mana kerugian akibat bencana jenis ini jauh lebih besar dibanding jenis bencana lainnya.

Leave a Comment