01/02/2026
AktualNasional

Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan Ibu dan Anak

Dengan memahami dampak perubahan iklim, maka diharapkan masyarakat akan mengadopsi kebiasaan-kebiasaan yang dapat menekan laju perubahan iklim dalam aktivitas kesehariannya.

Giwo mengingatkan dampak perubahan iklim secara global dapat meningkatkan risiko kematian hingga 14 kali lipat. Dalam kondisi ini, perempuan dan anak menjadi kelompok paling rentan terhadap kematian tersebut.

Risiko tersebut juga berlaku bagi perempuan dan anak Indonesia, mengingat Indonesia menjadi satu dari 50 negara di dunia yang rentan terpapar risiko perubahan iklim.

Ketua Pelaksana Harian PPI, dr. Heru Kasidi mengutip laporan Intergovernment Panel on Climate Change (IPCC) yang diterbitkan pada 2022.

Bahwa kenaikan suhu telah berpengaruh pada endokrin, yakni sistem kelenjar yang memproduksi dan melepaskan hormon ke dalam aliran darah untuk mengontrol berbagai fungsi tubuh. Kenaikan suhu juga memengaruhi siklus organ ovarium.

Dari penelitian IPCC di beberapa negara seperti Tiongkok, Amerika Serikat, beberapa negara di Eropa dan di Amerika Selatan, perubahan iklim juga telah meningkatkan tingkat bayi lahir prematur.

Khusus dampak kenaikan suhu, di Tiongkok terjadi peningkatan kasus pneumonia pada anak sebesar 77%, di AS, Afrika Selatan, dan Israel terjadi kenaikan kasus pre-eklamsia hingga 50%.

Dampak perubahan iklim juga mengakibatkan banyaknya kebakaran lahan. Di AS dan Brazil, dampak kebakaran lahan telah menyebabkan penurunan bayi baru lahir terjadi sebesar 50%-80% dan peningkatan cacat lahir hingga 28%.

Di negara lain, dampak perubahan iklim yang menyebabkan bencana banjir juga menyebabkan berat badan lahir rendah. Sebut saja di Amerika Serikat, Thailand, dan Polandia yang mencapai 38%.

Siswanto menambahkan, dampak dari perubahan iklim ini di antaranya adalah suhu yang meningkat, badai yang semakin parah, ancaman kekeringan, kenaikan suhu dan permukaan laut, hingga risiko kesehatan.

Leave a Comment