06/05/2026
Aktual

Dampak Penyalahgunaan Narkoba Bagi Kesehatan Jantung

img_20161026_141647_hdr

DEPOK (Pos Sore) – Penggunaan narkotika dan obat terlarang semakin marak dan menjadi masalah besar bangsa ini. Efek negatif bahaya narkoba jelas sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia, masyarakat, dan bangsa.

Menurut Dr. Teuku Istia Muda Perdana, SpJP, FIHA dari RS Jantung Diagram-Siloam Hospital Grup, penyalahgunaan narkoba secara ilegal dan berkelanjutan tentunya akan memberikan efek negatif terhadap sistem organ tubuh, bahkan berakibat fatal dan menyebabkan kematian.

“Organ jantung merupakan salah satu organ yang dapat terganggu akibat penyalahgunaan narkoba,” tegas dokter spesialis jantung itu dalam media briefing bertajuk ‘Dampak Penyalahgunaan Narkoba Bagi Kesehatan Jantung’, di RS Jantung Diagram Cinere, Depok, Rabu (26/10).

Ia menjelaskan, efek yang terjadi pada jantung dapat beragam. Mulai dari gangguan ringan hingga berat, dan dapat menyebabkan kematian.

Kelompok zat yang pertama adalah kokain, amfetamin, dan ekstasi. Ketiga jenis zat ini memberikan efek serupa terhadap jantung yaitu menyebabkan peningkatan hormon katekolamin yang mengakibatkan jantung bekerja lebih keras.

“Efek yang terjadi adalah peningkatan tekanan darah secara mendadak sehingga kebutuhan oksigen otot jantung akan meningkat. Bila tidak tercukupi dapat menyebabkan keadaan kekurangan oksigen pada otot jantung yang dikenal dengan istilah iskemia, hingga akhirnya terjadi kematian otot jantung atau infark,” urainya.

Dikatakan, efek jangka panjang dari penggunaan zat ini adalah kerusakan pada dinding pembuluh darah. Baik pada pembuluh darah arteri yang besar maupun pembuluh darah koroner yang dapat menyebabkan terjadinya robekan pada dinding pembuluh darah.

“Selain itu, dapat terjadi kerusakan pada otot jantung yang dapat menggagu fungsi pompa jantung, serta gangguan orama jantung, baik denyut jantung menjadi sangat cepat hingga henti jantung,” tambahnya.

Kelompok zat yang kedua, lanjutnya, adalah LSD dan psilocybin (dikenal dengan nama Mushroom) yang bersifat halunisasi. Efek zat ini terhadap jantung berupa peningkatan denyut jantung dan tekanan darah. Meski kadar peningkatan yang ditimbulkan tidak sejauh seperti yang disebabkan oleh golongan kokain dan amfetamin.

“Efek yang jarang terjadi tetapi cukup serius adalah gangguan irama jantung berupa takiaritmia, di mana denyut jantung meningkat menjadi sangat cepat,” katanya.

Golongan berikutnya adalah morfin dan ganja. Zat ini akan menyebabkan ketergantungan. Morfin memberikan sensasi ‘fly’ pada penggunanya. Semakin tinggi dosis yang dikonsumsi, semakin besar efek dari morfin dalam menurunkan kerja jantung.

Gangguan lain ditemukan pada pengguna morfin adalah edema paru yaitu kondisi paru-paru terendam cairan yang dapat berakibat fatal.

Golongan ganja pada penggunaan dosis yang tinggi dapat menyebabkan penurunan tekanan darah dan denyut jantung. Penggunaan ganja membuat tekanan darah menurun dan jantung menjadi lambat. (tety)

Leave a Comment