19.4 C
New York
28/04/2026
AktualEkonomi

Daewoong Infion Bukukan Total Penjualan EPO ke Korea Sebesar Rp145 Milyar Selama 3 Tahun

JAKARTA (Pos Sore) —
Daewoong Infion bukukan total penjualan Erythropoietin (EPO) ke Korea sebesar Rp145 milyar selama 3 tahun — mulai dari semester kedua 2017 hingga semester pertama 2020. Daewoong Pharmaceutical melakukan penjualan reverse export ke Korea sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk mendorong industri biopharma di Indonesia.

“Kami senang sekali dapat memainkan peran utama dalam memajukan industri farmasi Indonesia dengan mengekspor bahan baku obat ke Korea Selatan, negara maju di bidang farmasi,” ujar Suh Chang-woo, President Director Daewoong Infion, Kamis (6/8/2020).

Perusahaan joint venture yang bagian dari perusahaan farmasi asal Korea Selatan bernama Daewoong Group, itu memang memproduksi erythropoietin (EPO) dalam bentuk produk jadi dan larutan murni di Indonesia.

“Daewoong Infion, perusahaan biofarmasi pertama di Indonesia, telah memimpin industri biofarmasi Indonesia dan berkontribusi dalam menyediakan produk biofarmasi berkualitas tinggi kepada pasien,” lanjutnya.

Produk EPO milik Daewoong ini untuk mengobati anemia pada pasien yang menderita gagal ginjal kronis, menjalankan dialisis, dan mengidap anti-kanker. Produk EPO Daewoong telah mendapatkan sertifikasi halal dari LPPOM MUI pada Januari 2020.

Sejak diluncurkan pada 2017, produk ini mampu menjadi produk dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia hanya dalam waktu enam bulan dan terus menjadi produk yang terbaik.

Sebagaimana diketahui, smDaewoong Infion, perusahaan joint venture antara Daewoong Pharmaceutical dan Infion didirikan pada 2012. Lalu Daewoong Group membuka pabrik biofarmasi pertama di Indonesia yang berlokasi di Surabaya.

Sejak itu, Daewoong Group melakukan transfer teknologi biofarmasi unggulan dari Daewoong Pharmaceutical untuk melakukan penelitian, pengembangan, dan manufaktur berbagai produk biofarmasi di Indonesia.

Daewoong Infion mampu membukukan lebih dari Rp145 miliar dari penjualan reverse export produk EPO yang berbentuk bulk/produk semi jadi dalam waktu tiga tahun berkat strategi dualisasi produksi yang dilakukan perusahaan melalui kerja sama dengan Daewoong Group.

Perusahaan itu memproduksi produk EPO dalam bentuk bulk/produk semi jadi dan produk jadi. Lalu, Daewoong Pharmaceutical mengimpor bulk ​ atau produk semi jadi ​EPO ini dari Indonesia ke Korea untuk diproduksi menjadi produk jadi. Oleh Daewoong Pharmaceutical dijual di Korea dengan nama merek berbeda.

Total penjualan reverse export produk EPO diperkirakan akan melampaui Rp200 miliar hingga akhir 2020. Sementara itu, Daewoong Infion akan berekspansi ke pasar farmasi Timur Tengah senilai Rp970 triliun.

Kabar baiknya, setelah produk EPO milik Daewoong mendapatkan sertifikasi halal pada Januari, perusahaan juga memperoleh sertifikasi halal untuk produk Epidermal Growth Factor (EGF) pada Mei lalu. Produk EPO sendiri mampu pertahankan pangsa pasar nomor satu di Indonesia. (tety)

Leave a Comment