05/05/2026
Aktual

Cuci Tangan dengan Sabun Dapat Turunkan Angka Kematian Akibat Diare

Setia Budi-20151015-00730

JAKARTA (Pos Sore) — Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan dr Imran Agus Nurali SpKO, mengungkapkan, lebih dari 5000 anak balita penderita diare meninggal setiap harinya di seluruh dunia diakibatkan dari kurangnya akses terhadap air bersih, fasilitas sanitasi dan sarana pendidikan.

Bagaimana dengan di Indonesia? Unicef pada 2013 merilis kurang lebih ada 152 ribu balita meninggal setiap tahun akibat diare. Dan, diare ini salah satu penyebabnya adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk mencuci tangan dengan sabun.

“Untuk mengatasi masalah ini, kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun 2015 bertujuan untuk membiasakan penggunaan sabun saaat cuci tangan diharapkan mengurangi angka kematian akibat diare hingga 45%,” tandasnya pada Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Tahun 2015 bertema ‘Tangan Bersih Pangkal Sehat’, di Jakarta, Kamis (15/10).

Sesungguhnya, lanjut dr Imran, mencuci tangan dengan sabun dapat melindungi kesehatan keluarga dengan menurunkan kasus diare sebesar 47 persen. Selain itu, mencegah masalah infeksi saluran napas akut (ISPA) dan flu burung sekitar 50 persen.

Menurutnya, mencuci tangan sangat mudah dan terjangkau. Tidak perlu banyak air, asal jernih, dan tempat yang aman. Kebiasaan ini bisa menjadi kegiatan menyenangkan, apalagi bagi anak-anak.

Adapun waktu penting cuci tangan wajib dilakukan yaitu saat sebelum makan, sesudah buang air besar, sebelum memegang bayi, sesudah menceboki anak, dan sebelum menyiapkan makanan untuk keluarga di rumah.

Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia sendiri pertama kali ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 15 Oktober 2015. Peringatan itu dirayakan oleh 120 juta penduduk di seluruh dunia yang tinggal di 70 negara dan tersebar di lima benua. (tety)

Leave a Comment