7.4 C
New York
23/04/2026
Opini

Corono dan Digital Marketing UMKM

Oleh: Agus Yuliawan

Menghadapi virus epidemi coronavirus disease 2019 atau disebut Covid – 19 semua negara menerapkan kebijakan berbeda–beda, ada yang malakukan lockdown dan ada pula yang menerapkan kebijakan social distance. Meski kebijakan itu dianggap baik, tapi tak mampu menyelamatkan ekonomi yang mengalami resesi. Lalu bagaimana dengan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menghadapi keadaan seperti ini?

Diakui berdasarkan interview dengan pelaku UMKM akan merasakan sulit untuk menghadapi COVID – 19 ini jika dilakukan kebijakan lockdown, yaitu menghentikan segala aktifitas. Bayangkan, mereka itu tidak seperti pegawai yang mendapat uang gajian tiap bulan. Mereka memperoleh uang dari jualan tiap hari. “Bila tak berjualan dalam satu hari, bagaimana saya memperoleh penghasilan,” kata Sunarti (41), perempuan pedagang makanan lontong tuyuhan di Kecamatan Pamotan, Rembang, Jawa Tengah.

Dalam celotehannya, Ia berharap Covid–19 agar tak mewabah di Rembang dan dia tak tahu lagi, apa yang terjadi dan diperbuatnya jika virus itu menyerang masyarakat. Otomatis pelaku UMKM di Rembang akan kena dampaknya yang luar biasa. Apalagi Sunarti sejauh ini menghidupi anak empat. Yang paling besar sudah kuliah semester 6 di salah satu kampus swasta di Semarang, Jawa Tengah. Jadi, sangat berat apabila ada lockdown atau tidak berkerja sama sekali.

Diakuinya selama ini pelanggan makanam lontong – tuyuhan di Pamotan milik Sunarti tak sepi dari pengunjung. Hal ini tak lepas dari citra rasa yang disajikannya ditambah dengan daging ayam kampungnya yang lunak sekali, membuat pelanggan selalu ketagihan ingin kembali lagi jika melintasi jalan Pamotan, Rembang.

Nur Kartiko Wulan, pakar Kebijakan Publik dari Jawa Tengah, mengakui ada down effec bagi pelaku UMKM adanya COVID–19 ini, namun ia menyakini pelaku UMKM akan berkreasi lebih baik lagi di tengah masalah yang menghimpitnya. Salah satunya adalah dengan menggunakan pemasaran altenatif digital marketing.

Artinya, menurut Kartiko, pelaku UMKM bisa memanfaatkan digital marketing sebagai media dalam memasarkan produk – produknya. “Bisa menggunakan facebook, youtube, instagram, whatsapp atau tweeter, segala social media tersebut geratis dan bisa digunakan dalam memasarkan produk UMKM,” paparnya.

Ditambah lagi, sekarang sudah ada jasa transportasi online seperti Gojek dan Grab, tentunya bisa juga dikolaborasikan dalam distribusi produk kepada para pelanggan. Mungkin cara yang demikian, kata Kartiko, sebagai metode social distance terkait wabah Covid–19, tanpa harus mengorbankan usaha pelaku UMKM.

Selain jejaring social media dalam digital marketing kini di internet banyak disuguhkan dengan disain–disain aplikasi yang geratis baik grafis dan video yang bisa dilakukan dengan menggunakan android celluler. Tentunya ini bisa dijadikan salah satu metode yang ciamik bagi UMKM untuk belajar dalam digital marketing.

Sementara Slamet SAW, pemerhati UMKM merasa sedih dengan adanya wabah Covid – 19 dan dia memprediksikan akan banyak memukul usaha pelaku UMKM karena sepinya konsumen yang bertransaksi. Namun, dia tetap memberikan semangat kepada UMKM agar tak mati langkah dalam menghadapi bencana epidemi ini.

Ia juga membenarkan cara yang paling ampuh saat ini yang dilakukan oleh UMKM untuk memasarkan produk dagangannya tiada lain dengan cara digital marketing. Apalagi saat ini sudah jutaan manusia di tanah air menggunakan celluler, sehingga akan memudahkan mereka untuk memperoleh berbagai produk UMKM melalui jaringan social media. “Semua itu tinggal kreatifitas yang menarik bagi UMKM dalam mendisain secara visual serta bahasa konten yang komunikatif. Disinilah pelaku UMKM dituntut untuk lebih berkreatif,”terang Slamet.

Implementasi digital marketing bagi UMKM sebenarnya sudah banyak dilakukan oleh beberapa UMKM di kabupaten Pati – Jawa Tengah, di antaranya adalah warung makan sari laut & sari kali di desa Pagerharjo kecamatan Wedarijaksa, kabupaten Pati. Salah seorang pemiliknya mengakui jika usahanya yang berjalan 4 tahun ini bisa banyak pengunjungnya karena menggunakan pendekatan digital marketing yang diviralkan keberbagai sosial media. Sehingga banyak masyarakat yang bertransaksi untuk membeli makanan yang disajikannya. Maka disinilah dasyatnya digital marketing untuk UMKM sebagai solusi bisnis menghadapi Covid – 19. (Penulis adalah Direktur Eksekutif Induk Baitul Tamwil Muhammadiyah)

Leave a Comment