22.9 C
New York
05/05/2026
Aktual

CML, Leukemia yang Menyerang Usia Produktif

JAKARTA (Pos Sore) — Apakah saat ini Anda mengalami kelelahan, demam, berat badan menurun bukan karena pengaturan pola makan? Atau juga kehilangan selera makan, nyeri atau penuh di bawah tulang rusuk sisi kiri, kulit pucat dan berkeringat berlebihan pada saat tidur serta mudah mengalami pendarahan?

Pernahkah Anda mendengar Chronic Myeloid Leukimia (CML) yang kini menyerang usia produktif? CML adalah salah satu bentuk dari leukemia yang ditandai dengan pertumbuhan yang tidak teratur dari sel myeloid di dalam sumsum tulang dan terakumulasi juga di dalam darah.

Banyak orang hidup di dalam Chronic Myeloid Leukimia (CML) selama berbulan-bulan bahkan mencapai tahunan tanpa menyadarinya. Kanker ini butuh waktu untuk berkembang dan jika tidak tertangani maka berakibat fatal mengakibatkan kematian.

Reskia Dwi Lestari dari Laboratorium Klinik Prodia menjelaskan, CML biasanya mempengaruhi orang dewasa dan jarang terjadi pada anak‐anak, meskipun dapat terjadi pada semua usia.

Di dunia, CML ditemukan ada 1‐2 kasus per 100 ribu orang setiap tahunnya, yang merupakan 15 persen dari total leukimia dewasa. Diperkirakan hanya satu sampai lima persen kasus leukimia pada anak yang kemudian tergolong menjadi CML.

CML sering dibagi menjadi tiga fase berdasarkan karakteristik klinis dan hasil
laboratorium. CML dimulai dengan fase kronik, dan setelah beberapa tahun
berkembang menjadi fase akselerasi dan kemudian menjadi fase krisis blast.

Krisis blast adalah tingkatan akhir dari CML dan mirip seperti leukemia akut. Perkembangan dari fase kronik melalui akselerasi dan krisis blast diperoleh kromosom abnormal yang baru yaitu kromosom philadelphia.

Sebagai Laboratorium Klinik yang terdepan dan terus berinovasi dengan
menghasilkan minimal 10 tes baru setiap tahunnya, Prodia mengembangkan layanan pemeriksaannya dengan adanya pemeriksaan khusus untuk mendeteksi seseorang menderita CML atau tidak.

“Metode yang digunakan Prodia adalah dengan menggunakan reverse transcriptase multiplex‐PCR yang cepat dan sensitif sehingga memudahkan deteksi secara simultan dua atau lebih gen pada reaksi yang sama. Reverse Transcriptase Multiplex‐PCR saat ini merupakan metode/teknik yang paling sensitif dalam deteksi RNA yang tersedia,” paparnya.

Dengan semakin berkembangnya teknologi kesehatan saat ini, diharapkan
masyarakat peduli dengan kesehatannya, terlebih untuk mendeteksi dini CML. Untuk itu Laboratorium Klinik Prodia selalu mengeluarkan pemeriksaan‐pemeriksaan baru untuk terus menunjang pelayanannya kepada masyarakat. (tety)

Leave a Comment