JAKARTA (Pos Sore) — Sebanyak 40 ribu cap lima jari tangan sebagai tanda dukungan terhadap komitmen tidak merokok terbentang lebar, di kawasan silang Monas, Minggu (16/11). Cap lima jari tangan Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, juga tertanda di sana.
Aksi ini pun meraih Rekor Muri Cap Tangan untuk Komitmen Tidak Merokok secara Estafet oleh Peserta Terbanyak. Kegiatan pengumpulan cap lima jari tangan ini dilaksanakan pada 9-16 November. Tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di seluruh provinsi Indonesia.
“Komitmen ini penting untuk mewujudkan Sehat Bangsaku Sehat Negeriku, yang juga sejalan dengan tema Hari Kesehatan Nasional ke-50 yaitu Indonesia Cinta Sehat,” papar menkes, Minggu (16/11).
Menkes berharap dengan komitmen ini tak ada lagi orangtua yang ‘mengajarkan’ anaknya merokok. Misalnya dengan minta tolong anaknya membelikan rokok atau merokok di dekat anak.
“Bagi orang dewasa yang sudah merokok diharapkan untuk berhenti, kalau tidak ya itu tergantung masing-masing individu. Siapapun orang dewasa tidak mengajarkan anak-anak untuk merokok,” tegasnya.
Sebelum melakukan cap lima jari tangan, menkes beserta pegawai Kementerian Kesehatan melakukan senam sehat bugar bersama. Usai senam bersama, menkes melepas para peserta Jalan Sehat, Sepeda Sehat, dan Run 5K for Golden Health.
Di penghujung kegiatan menkes menyambut kedatangan Tim Gowes Sepeda SELAWASUTA atau ‘Selatan Jawa from Surabaya to Jakarta’. Tim terdiri dari 7 dokter, 10 tenaga kesehatan dari RSUD dr. Haryoto Kabupaten Lumajang.
Pada 2013, tim gabungan ini berhasil bersepeda dari Surabaya sampai Jakarta melalui jalur Utara dalam ekspedisi SUROJAKA.
Tahun ini rute sepanjang 901 kilometer yang dilalui tim memiliki tantangan berbeda dibanding rute tahun lalu. Di jalur selatan Pulau Jawa, medannya bervariasi bahkan ada tanjakan yang mencapai ketinggian lebih dari 1400 meter di atas permukaan laut, yakni di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. (tety)
