JAKARTA (Pos Sore) — Badan Urusan Logistik mengaku siap mendatangkan sapi siap potong dari Australia guna mengatasi masalah harga daging sapi di Indonesia yang melonjak hingga Rp140 ribu per kilogram (kg).
Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti, mengaku sudah mendapatkan persetujuan untuk mengimpor sapi siap potong hingga Desember 2015 untuk menjaga kestabilan harga daging sapi.
“Karena kita semua paham kemarin harga tidak stabil. Ini tentu harus kita tangani dengan baik. Alasan pedagang sapi mogok katanya harga terlalu mahal,” katanya, saat ditemui di sela Operasi Pasar cabai. Di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Sabtu (15/8).
Ditanya kapan Bulog mengimpor sapi potong, ia mengatakan pada akhir bulan ini atau awal bulan depan. Tujuannya untuk mengisi jika ada kekurangan di pasar. Bulog, katanya, tengah berhitung agar tidak menyusahkan pasar dan pengusaha.
“Kami tidak ingin ada oknum yang menimbun daging sapi sehingga berdampak melonjaknya harga,” tegasnya.
Untuk itu, pihanya harus menyiapkan stok jika sewaktu-waktu ada lonjakan harga kembali. Jika harga daging sapi masih tidak wajar, stok daging dengan harga wajar akan dikeluarkan dengan kisaran harga Rp100 ribu.
Stok daging sapi tersebut, lanjut dia, diperoleh Bulog dengan cara melakukan impor secara bertahap. Namun, pengapalan sapi yang diimpor dari Australia masih belum dapat dipastikan jumlahnya. (tety)
