JAKARTA (Pos Sore) — Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, menngadakan buka puasa bersama di rumah dinasnya, jalan Denpasar, Jakarta. Sejumlah menteri tampak menghadiri acara yang oleh tuan rumah dikatakan sebagai acara silaturahmi saja. Bukan untuk membicarakan politik.
“Sudah tiga hari berturut-turut saya diundang buka puasa bersama dari ketua-ketua lembaga negara. Ditanya kapan buka puasa di rumah saya. Saya dulu bilang rumahnya ada, isinya belum siap,” katanya, saat memberikan satu dua patah kata, Minggu (28/6).
Awalnya, kata Puan, buka puasa pada hari ini ditujukan untuk internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan ketua-ketua umum partai politik. Namun ia memutuskan mengundang ketua lembaga negara dan para menteri.
“Saya ini yang paling muda, ngumpulnya sama bapak-bapak, mas-mas, om-om ketua lembaga negara itu,” ucap Puan.
Sejumlah menteri yang terlihat datang di antaranya Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly, dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumulo.
Tampak pula Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Hanura Wiranto, Presiden PKS Anis Matta, dan sejumlah politisi lainnya. Selain itu, ada Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum Hanura Wiranto dan Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Hingga buka puasa berlangsung, Presiden Jokowi tampak tak datang, sebagaimana undangan yangn beredar. Rupanya, Puan mengaku malu mengundang Presiden mengingat rumah dinas yang ditempatinya ini belum ada isinya.
“Terima kasih sudah hadir di acara ini. Kebetulan ini rumah dinas baru, sehingga masih kosong makanya saya tidak undang Presiden dan Wakil Presiden ke sini. Karena malu, belum ada apa-apanya,” ujarnya.
Putri sulung Presiden Megawati Soekarnoputri ini menyampaikan dirinya tidak mengundang Jokowi karena merasa rumahnya tidak layak. Ia mengaku minder dengan rumah dinas milik Ketua MPR Zulkifli Hasan dan rumah dinas Ketua‎ DPR Setya Novanto yang mengundang Jokowi dalam acara buka bersama, beberapa hari lalu. (tety)
