JAKARTA (Pos Sore) — Lembaga Pengelola Dana Bergulir KUMKM resmi menjadi partner bisnis yang strategis bagi Bank BTN dalam mendukung permodalan bagi Koperasi dan Usaha Menengah Kecil Mikro (KUMKM).
Dalam mendukung pembiayaan kredit mikronya, Bank BTN menjadikan LPDB KUKM sebagai mitra yang diyakini berkompeten dalam pengelolaan dana bergulir untuk usaha mikro.
BTN punya target menyalurkan kredit sekitar Rp1,3 triliun tahun ini. “Untuk mendukung pencapaian target tersebut, kami merangkul LPDB-KUMKM yang merupakan langkah strategis perseroan dalam mendukung program pemerintah untuk pengembangan usaha sektor Koperasi dan UKM,” jelas Direktur Utama Maryono usai menandatangani naskah MOU bersama LPDB di Jakarta, kemarin.
“Untuk mendukung pencapaian target, kami merangkul LPDB-KUMKM dalam mendukung program pemerintah untuk pengembangan usaha sektor Koperasi dan UKM.”
LPDB-KUMKM diharapkan menjadi mitra strategis Bank BTN dalam memenuhi misi tersebut, kata Maryono didampingi Dr. Ir. Kemas Danial, MM, Direktur Utama LPDB-KUMKM.
Kerjasama yang ditandatangani oleh masing-masing pihak dimaksudkan sebagai landasan untuk menjalankan bisnis sesuai dengan ruang lingkup kerjasama yang disepakati yakni pemanfaatan pengelolaan dana, penyaluran kredit/pinjaman/pembiayaan kepada koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah binaan LPDB-KUMKM.
Selain itu kerjasama juga meliputi pemanfaatan produk dan jasa layanan perbankan. “Kerjasama ini diharapkan dapat berguna bagi mitra-mitra LPDB-KUMKM yang sudah naik kelas dan tidak lagi meminjam ke LPDB melainkan dapat ke perbankan, sehingga penerima manfaat dana bergulir LPDB semakin luas dan merata,” jelas Kemas Danial, MM.
Ia menambahkan LPDB-KUMKM akan menjadi mediator bagi para pelaku Koperasi dan UKM yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Untuk diketahui, LPDB-KUMKM didirikan dalam rangka penataan keuangan negara dan pengelolaan dana bergulir yang lebih transparan dan akuntabel.
LPDB-KUMKM satuan kerja Kementerian Koperasi dan UKM di bidang pembiayaan, bertanggungjawab secara teknis kepada Menteri Koperasi dan UKM, dan dalam pengelolaan keuangannya bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan.
“LPDB-KUMKM akan menjadi mediator bagi para pelaku Koperasi dan UKM yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.”
Lembaga ini menargetkan penyaluran dana bergulir tahun ini sebesar Rp2,650 triliun atau naik 37,57% dibanding 2013 sebesar Rp1,926 triliun. Naiknya alokasi dana penyaluran di Tahun 2014 ini dikarenakan kinerja LPDB-KUMKM dalam dua tahun terakhir dinilai semakin membaik.
Itu dibuktikan dengan dipertahankannya predikat ISO 9001:2008 di tahun 2013 sebagai wujud salah satu misi LPDB dalam menjaga dan meningkatkan sistem Total Quality Management (TQM) secara terpadu untuk mencapai pelayanan World Class dalam pemberian Pinjaman/Pembiayaan kepada Koperasi dan UMKM.
Realisasi Dana Bergulir
Hingga kini realisasi penyaluran dana bergulir mencapai Rp4,8 triliun untuk 577.093 UMKM yang disalurkan melalui 3.262 mitra. LPDB-KUMKM telah menunjukkan kinerja unggulnya dengan memperoleh predikat sebagai BLU (Badan Layanan Umum) terbaik dalam pengelolaan dana khusus oleh Kementerian Keuangan dengan nilai 76,33 (A-Baik), dan berhasil mengungguli penilaian atas kinerja BLU sejenisnya.
“Kami ingin dengan kerjasama ini bagaimana seluruh kebutuhan perbankan LPDB dapat difasilitasi oleh Bank BTN.”
“Kami ingin dengan kerjasama ini bagaimana seluruh kebutuhan perbankan LPDB dapat difasilitasi oleh Bank BTN. Secara profesional kami ingin agar kerjasama tersebut saling menguntungkan kedua belah pihak. Tentu saja akan dilakukan transparan, akuntabel, obyektif dan kehati-hatian. Kesempatan ini akan kami manfaatkan sebagai kegiatan sinergi antar korporasi yang strategis membawa nilai bisnis bagi Bank BTN dan LPDB,” papar Maryono.
Kerjasama ini juga merupakan implementasi dari pengembangan bisnis Bank BTN. Strategi bisnis korporasi tahun 2014 antara lain fokus pada pengembangan Dana Pihak Ketiga dan meningkatkan fee based income. Pengelolaan sumber dana dari LPDB akan dimanfaatkan untuk mendukung bisnis Bank BTN.
Sebaliknya LPDB dapat memanfaatkan fasilitas lebih yang dapat diberikan oleh Bank BTN dalam pengelolaan dana tersebut. Termasuk dalam hal ini pemanfaatan produk dan jasa layanan Bank BTN. Dua hal ini menjadi konsentrasi kami. Dana Pihak Ketiga dan fee based income. (fent)
