JAKARTA (Pos Sore) -Badan Pusat Statistik selama Mei 2016 akan menyelenggarakan sensus ekonomi. Sebanyak 16.000 pegawai BPS, ditambah dengan 340.000 mitra tenaga statistik dikerahkan untuk melakukan sensus.
Kepala BPS Suryamin usai apel siaga di kantor pusat BPS, Jakarta, Jumat (18/3) menjelaskan tenaga mitra statistik adalah para pekerja yang sengaja direkrut oleh BPS sejak beberapa waktu lalu, kemudian dilatih untuk melakukan aktivitas sensus dalam kurun waktu yang telah ditetapkan.
Aktivitas sensus yang akan dilewati adalah mulai dari mendatangi rumah yang akan dituju, melakukan wawancara dan mengirimkan data.
“Jadi semuanya sudah dilatih. Terutama wawancara, kita siapkan supaya betul-betul bisa mendapatkan data yang diinginkan,” terang Suryamin.
Suryamin menuturkan para pekerja tersebar pada semua wilayah di Indonesia. Tugasnya akan menjangkau sampai ke setiap rumah masyarakat. Mereka akan mengunjungi dari rumah ke rumah. Dari usaha ke usaha. Karena dalam pelaksanaan sensus, dipetakan merurut provinsi sampai ke desa, sampai menurut blok-blok akan disensus.
Pada sensus kali ini, BPS memiliki tantangan terbaru dalam menghimpun data perekonomian, yaitu pada bidang perdagangan elektronik atau (e-commerce). Teknologi yang saat ini semakin berkembang harus direspon oleh jajaran petugas sensus. Untuk itu, perlu dilakukan survei usaha pada setiap pemukiman penduduk untuk mendapatkan data mengenai sektor e-commerce di Indonesia.
“Tahun ini banyak wanita yang bisnis online. Dan dikerjakan di rumah. Bisnis online ini akan menjadi sektor baru yang akan kita tangkap,” katanya.
Untuk mencapai target ini, BPS telah mempersiapkan 340 ribu petugas yang tersebar di seluruh Indonesia. Petugas ini nantinya juga bertugas untuk mendata usaha-usaha rumahan seperti e-commerce yang dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. (tety)
