22.9 C
New York
05/05/2026
Aktual

BPKM Kawal Investasi Sektor Peternakan Sapi Perah Senilai 300 Juta USD

JAKARTA (Pos Sore) — Rencana investasi sektor peternakan sapi perah senilai 300 juta dolar AS (setara Rp4,7 triliun, kurs Rp13.500), terutama dari sisi regulasi impor produk olahan susu mendapat pengawalan ketat dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Kepala BKPM Franky Sibarani menegaskan, pengaturan impor produk olahan susu diperlukan karena selama ini dinilai terlalu terbuka bagi asing. Selain itu, perlu juga diimbangi dengan ketentuan untuk menyerap susu lokal sehingga lebih berpihak pada peternakan sapi perah yang mengelola produksi susu sapi lokal.

“Minat investasi yang masuk cukup signifikan, selain itu pesannya cukup jelas ini untuk memberdayakan serta meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah lokal,” katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (1/2).

Ada dua hal utama yang menjadi perhatian pihaknya, yakni terkait dengan masih banyaknya susu bubuk impor dan keju dengan bea masuk rendah, dan sama sekali tidak berdampak pada kesejahteraan peternak sapi perah lokal.

“Dari sisi kemanfaatan, investasi ini dapat lebih ditingkatkan lagi, apabila para penyedia susu dan keju impor tersebut juga menyerap susu dan keju yang diproduksi peternak sapi perah lokal,” katanya.

Franky menambahkan investor yang ingin menanamkan modalnya ke Indonesia tersebut telah memiliki beberapa peternakan di Tiongkok dan beberapa negara di Asia Tenggara.

“Di Indonesia sendiri, rencananya akan dibangun tiga peternakan dalam tiga tahun dan lima peternakan dalam tujuh tahun,” tambahnya.

BKPM mencatat, realisasi investasi pada 2015 untuk sektor peternakan mencapai Rp1,3 triliun, meningkat 28,7% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp1 triliun. Meski meningkat, sektor tersebut relatif masih kecil kontribusinya ke sektor pertanian yang menjadi prioritas karena hanya 3,3 persen dari total investasi sektor pertanian sebesar Rp39,2 triliun. (tety)

Leave a Comment